|
Dunia Barat Kagumi Festival Busana Muslim! KUALA LUMPUR – Pakaian yang pendek, ketat dan bebas mungkin adalah ketentuan untuk dipamerkan di catwalk, namun tidak terlihat satupun pakaian “mini” dalam Festival Fashion Islam Malaysia. Seluruh modelnya mengenakan pakaian yang sangat tertutup dari kepala hingga kaki namun tetap terlihat anggun kala melangkah di catwalk dengan pakaian, yang sebagian besar pakaian tenunan, hasil karya beberapa perancang tersohor dunia selama festival seminggu penuh. Acara tersebut merupakan salah satu acara yang diselenggarakan secara rutin di Kuala Lumpur, Jakarta dan Dubai yang rencananya akan dijadikan tiga kota tren busana Muslim layaknya London, Paris, New York. Festival yang diadakan pada minggu ini, yang keenam kalinya semenjak diselenggarakan pertama kali dua tahun yang lalu di Kuala Lumpur, menampilkan busana Muslim dalam segala suasana, mulai dari seragam kerja, pakaian ibadah, busana pengantin hingga pakaian renang. Pencetus festival tersebut, Rezza Syah, mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk menunjukkan busana Muslim dapat ditampilkan dalam bentuk yang menarik dan anggun. “Ketika saya mengatakan ‘Busana Muslim’, orang-orang berpikir ini adalah pertunjukan fashion dimana mereka hanya dapat melihat dua buah mata dalam pakaian tertutup rapat. Bahkan beberapa Muslim sendiri juga mengatakannya”, kata Syah, seorang mantan model dan aktor yang dulunya pernah mengelola agensi model. “saya sangat setuju jika wanita seharusnya memang mengenakan pakaian yang tertutup namun mereka juga dapat menunjukkan tren busana mereka, karena kita hidup di jaman yang modern”. Meskipun belum ada badan khusus yang memantau industri busana Muslim, beberapa memerkirakan bisnis tersebut telah meraup setidaknya $ 96 milliar setiap tahunnya. “Beberapa model wanita mengenakan pakaian yang tertutup namun mereka terlihat sangat anggun”, katanya. Dia menambahkan, dia juga bermaksud untuk menampilkan busana Muslim dengan bermacam jenis. Ini bukanlah untuk mencari mana yang benar ataupun salah, namun untuk menunjukkan keaneka ragaman”. Dia juga meyakini bahwa tren busana muslim dapat membantu tren busana Barat bagaimana menggunakan bahan lebih namun masih dapat terlihat mengesankan. “Dalam dunia tren busana umumnya, kurang adalah lebih – menggunakan bahan yang sedikit, menunjukkan lebih banyak bagian terbuka. Namun dalam tren busana Muslim adalah kebalikannya”. Beberapa perancang busana yang turut berpartisipasi berasal dari Indonesia, Filipina, Pakistan dan Malaysia, dan lebih dari separuhnya berasal dari negara non-Muslim. “Tren busana dapat menyatukan masyarakat, dan bagi kaum Muslim, kita harus bangga karena Islam tidak menyebabkan ketakutan terhadap orang lain”. Etro, sebuah label Italia yang mengkhususkan diri pada perancangan busana Muslim, adalah perusahaan Eropa pertama yang juga berpartisipasi dalam festival tersebut. “Terdapat pasar bagi Muslim yang sangat besar diluar sana”, kata direktur eksekutif di cabang Malaysia, Monique Abdullah. “Ketika kita tidak mengetahui pasar yang sangat besar tersebut, maka kita telah kehilangan kesempatan besar”. Seorang perancang asal Malaysia, Tom Abang Saufi, mengatakan wanita Muslim juga menginginkan penampilan yang trendy. “Mereka ingin terlihat anggun, sedang pemudinya ingin terlihat trendy”, kata Saufi, yang menjual karyanya di Malaysia, Brunei, dan Arab Saudi. Dan saat ini karyanya telah mulai beredar di AS. ( http://www.theage.com ) dikutip Oleh http://www.suaramedia.com ) Visit Orgl Info Islam Makes Modest Inroad In Fashion |
|
ISLAMIC MEDIA INDEX UTAMA |