| |

Memotivasi individu yang mengalami
ketergantungan pada Narkoba untuk menghentikan pola penggunaan
zatnya bukanlah hal yang mudah. Prochaska & Diclemente (dalam Bennet.
1998) mengatakan bahwa ada tahap-tahap perubahan yang dialami oleh
seorang Pecandu Narkoba yang mempengaruhi proses pemulihannya.
Penjelasan tahap perubahan tersebut sebagai
berikut :
-
Precontemplation adalah tahap di mana
Pecandu umumnya belum mau mengakui bahwa perilaku penggunaan
Narkoba merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungannya. pada
tahap ini seorang Pecandu akan menampilkan mekanisme pertahanan
diri agar mereka dapat mempertahankan pola ketergantungannya.
Jenis mekanisme pertahanan diri paling sering muncul adalah
penyangkalan (denial) dimana pecandu selalu ‘mengelak’ atas
kenyataan-kenyataan negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan
Narkoba. Jenis mekanisme pertahanan diri yang lain adalah mencari
pembenaran (rasionalisasi), dimana pecandu akan selalu berdalih
untuk melindungi perilaku ketergantungannya.
-
Contemplation adalah tahap dimana
pecandu mulai menyadari bahwa perilaku penggunaan Narkoba
merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungannya, tetapi sering
merasa ragu-ragu (ambivalen) untuk menjalani proses pemulihan.
Proses wawancara motivasional sangat menentukan apakah pecandu
kembali pada tahap precontemplation di atas atau justru semakin
termotivasi untuk pulih.
-
Preparation adalah tahap dimana
individu mempersiapkan diri untuk berhenti dari pola penggunaan
zatnya. Umumnya yang bersangkutan mulai mengubah pola pikirnya
yang dianggap dapat membantu usahanya untuk dapat bebas dari
Narkoba.
-
Action adalah tahap
dimana seorang pecandu dengan kesadaran sendiri mencari
pertolongan untuk membantu pemulihannya
-
Maintenance adalah tahap
dimana seorang pecandu berusaha untuk mempertahankan keadaan bebas
Narkoba (abstinensia)
-
Relapse adalah
tahap dimana seorang pecandu kembali pada pola perilaku penggunaan
Narkoba yang lama sesudah ia mengalami keadaan bebas Narkoba.
Tips
Orang tua bersikap bila anaknya terkena narkoba
-
berusaha tenang
kendalikan emosi, marah, tersinggung atau rasa bersalah tidak
ada gunanya.
jangan tunda masalah
hadapi kenyataan, adakan dialog terbuka dengan anak, kemukakan
apa yang anda ketahui, jangan menuduh ketika anak berada dalam
pengaruh narkoba.
dengarkan anak
beri dorongan non verbal, jangan memberi ceramah/nasihat.
Jangan rendahkan harga dirinya terutama di depan teman-temannya/orang
lain, buat agar anak merasa aman dan nyaman berbicara dengan anda.
hargai kejujuran
bila anak sudah mengakui menggunakan narkoba, janganlah
menampilkan reaksi marah. Orang tua harus bersyukur bahwa anak mau
bersikap jujur.
jujur terhadap diri
sendiri
beri contoh sikap jujur dan terbuka mengakui kelemahan dan
kesalahan orang tua, jangan merasa benar sendiri. Saling memaafkan
untuk kesalahan sikap, kata-kata dan kesalahan di masalalu.
tingkatkan hubungan dalam
keluarga
selesaikan konflik yang ada dalam keluarga, rencanakan membuat
kegiatan bersama-sama dengan keluarga.
cari pertolongan
jika sulit mengendalikan emosi dan menghadapi masalah, minta
bantuan kepada pihak ketiga atau tenaga profesi, puskesmas,
rehabilitasi dengan atau tanpa seijin anak
pendekatan kepada orang
tua anak
kunjungi orang tua teman anak yang menggunakan narkoba,
ungkapkan dengan hati-hati dan bijaksana apa yang anda ketahui,
ajak kerjasama menghadapi masalah. (buku Mewujudkan Indonesia
bebas Dari Ancaman Narkoba 2015, BNN)
|
|
|