countreg.com
ISLAMIC MEDIA
[ http://islamic.xtgem.com ]



 

Memotivasi individu yang mengalami ketergantungan pada Narkoba untuk menghentikan pola penggunaan zatnya bukanlah hal yang mudah. Prochaska & Diclemente (dalam Bennet. 1998) mengatakan bahwa ada tahap-tahap perubahan yang dialami oleh seorang Pecandu Narkoba yang mempengaruhi proses pemulihannya.

 

Penjelasan tahap perubahan tersebut sebagai berikut :

  • Precontemplation adalah tahap di mana Pecandu umumnya belum mau mengakui bahwa perilaku penggunaan Narkoba merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungannya. pada tahap ini seorang Pecandu akan menampilkan mekanisme pertahanan diri agar mereka dapat mempertahankan pola ketergantungannya. Jenis mekanisme pertahanan diri paling sering muncul adalah penyangkalan (denial) dimana pecandu selalu ‘mengelak’ atas kenyataan-kenyataan negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan Narkoba. Jenis mekanisme pertahanan diri yang lain adalah mencari pembenaran (rasionalisasi), dimana pecandu akan selalu berdalih untuk melindungi perilaku ketergantungannya.
     

  • Contemplation adalah tahap dimana pecandu mulai menyadari bahwa perilaku penggunaan Narkoba merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungannya, tetapi sering merasa ragu-ragu (ambivalen) untuk menjalani proses pemulihan. Proses wawancara motivasional sangat menentukan apakah pecandu kembali pada tahap precontemplation di atas atau justru semakin termotivasi untuk pulih.
     

  • Preparation adalah tahap dimana individu mempersiapkan diri untuk berhenti dari pola penggunaan zatnya. Umumnya yang bersangkutan mulai mengubah pola pikirnya yang dianggap dapat membantu usahanya untuk dapat bebas dari Narkoba.
     

  • Action adalah tahap dimana seorang pecandu dengan kesadaran sendiri mencari pertolongan untuk membantu pemulihannya
     

  • Maintenance adalah tahap dimana seorang pecandu berusaha untuk mempertahankan keadaan bebas Narkoba (abstinensia)
     

  • Relapse adalah tahap dimana seorang pecandu kembali pada pola perilaku penggunaan Narkoba yang lama sesudah ia mengalami keadaan bebas Narkoba.

Tips Orang tua bersikap bila anaknya terkena narkoba

  1. berusaha tenang
    kendalikan emosi, marah, tersinggung atau rasa bersalah tidak ada gunanya.

  2. jangan tunda masalah
    hadapi kenyataan, adakan dialog terbuka dengan anak, kemukakan apa yang anda ketahui, jangan menuduh ketika anak berada dalam pengaruh narkoba.

  3. dengarkan anak
    beri dorongan non verbal, jangan memberi ceramah/nasihat. Jangan rendahkan harga dirinya terutama di depan teman-temannya/orang lain, buat agar anak merasa aman dan nyaman berbicara dengan anda.

  4. hargai kejujuran
    bila anak sudah mengakui menggunakan narkoba, janganlah menampilkan reaksi marah. Orang tua harus bersyukur bahwa anak mau bersikap jujur.

  5. jujur terhadap diri sendiri
    beri contoh sikap jujur dan terbuka mengakui kelemahan dan kesalahan orang tua, jangan merasa benar sendiri. Saling memaafkan untuk kesalahan sikap, kata-kata dan kesalahan di masalalu.

  6. tingkatkan hubungan dalam keluarga
    selesaikan konflik yang ada dalam keluarga, rencanakan membuat kegiatan bersama-sama dengan keluarga.

  7. cari pertolongan
    jika sulit mengendalikan emosi dan menghadapi masalah, minta bantuan kepada pihak ketiga atau tenaga profesi, puskesmas, rehabilitasi dengan atau tanpa seijin anak

  8. pendekatan kepada orang tua anak
    kunjungi orang tua teman anak yang menggunakan narkoba, ungkapkan dengan hati-hati dan bijaksana apa yang anda ketahui, ajak kerjasama menghadapi masalah. (buku Mewujudkan Indonesia bebas Dari Ancaman Narkoba 2015, BNN)


 
 

konversi html, navigasi & kompilasi chm oleh:
 
www.pakdenono.com

Best site builder
Free wapsite