| |

”HIV Stop With Me..
HIV adalah salah satu bukti kekuasaan Allah SWT”
[(Alm) Denny Nugraha,
Koordinator Kemuning Plus Support]
Epidemi AIDS di Indonesia
sudah berlangsung hampir 20 tahun namun diperkirakan masih akan
berlangsung terus dan memberikan dampak yang tidak mudah diatasi.
Menurut estimasi nasional tahun 2006 di Indonesia terdapat 196.000
sampai 216.000 orang tertular HIV, dan akan menjadi satu juta
orang dalam 10 tahun kalau kita tidak melakukan upaya
penanggulangan yang serius serta didukung oleh semua pihak.
Di Jawa Barat,
diperkirakan 23.000 orang terinfeksi HIV. 14.000 dari kalangan
pengguna narkoba suntik. Ingat, setiap detik ada satu orang di
antara kita terinfeksi.
Akibat suka berhubungan
seks bebas dan berganti-ganti pasangan, sebanyak 40 % dari hampir
1.000 orang Pekerja Seks Komersial (PSK) di tiga lokalisasi
prostitusi liar di wilayah Kabupaten Tangerang mengidap penyakit
seks menular. Enam orang diantaranya positif mengidap HIV/AIDS.
Enam pegawai negeri sipil
di lingkungan pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi mengidap
HIV/AIDS. mereka terinfeksi melalui jarum suntik narkotik. Keenam
pegawai yang terinfeksi HIV/AIDS adalah pemakai narkoba jarum
suntik yang berlangsung 5-10 tahun.
Penderita HIV/AIDS di
Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkat 8,33 %. Jika pada Juli 2007
hanya 44 orang, akhir November bertambah menjadi 48 penderita.
Penderita sebagian besar merupakan kelompok berisiko tinggi
seperti pekerja seks komersial, pengguna narkoba dan mereka yang
senang ganti-ganti pasangan (pelaku seks bebas). Usia mereka
rata-rata masuk kategori produktif, yakni antara 20-35 tahun.
Sementara lokasi persebaran sudah merata di seluruh Sulteng, tapi
yang terbanyak berada di kota Palu.
Dalam sebuah rumah
berdinding semen dan berkamar tiga di Sorong, Papua Barat, impian
Angelina pun perlahan memudar. Dulu, ia pernah bercita-cita ingin
menjadi polisi wanita. ”karena saya melihat mereka membantu dan
melindungi orang”, ujar Angelina. Namun, sudah lama impian itu
sirna. Pada Juni 2002, suaminya yang bekerja sebagai ahli mekanik
meninggal. Baru pada bulan Oktober ia tahu penyebabnya. Belum juga
hilang kesedihannya, perempuan 21 tahun itu diberitahu bahwa ia
terinfeksi HIV. Kemungkinan besar suaminya terjangkit virus itu
dari pekerja seks. Angelina hanya salah satu korban yang polos dan
tidak tahu menahu tentang HIV di Indonesia. Ia hanya orang biasa
yang bahkan tidak pernah melakukan tindakan berisiko tetapi
tertular oleh orang yang berkelakuan tidak baik.
Fenomena penyebaran
HIV dan AIDS lebih mengejutkan manakala dalam Konferensi
Internasional ke-16 yang berlangsung di Toronto, Kanada, 13-18
Agustus 2006 silam, diketahui bahwa setiap hari sekitar 8.000 jiwa
meninggal karena AIDS dan 13.000 lainnya terinfeksi HIV. Apabila
hal ini dibiarkan, para peneliti memprediksi bahwa pada tahun 2025
mendatang akan terdapat 100 juta jiwa yang terjangkit HIV.
AIDS adalah penyakit mematikan yang sampai
sekarang belum ada vaksin pencegahnya, walaupun memang sudah ada
standar penanganannya. Berbagai faktor yang mempengaruhi adalah
kesehatan, fungsi kekebalan, layanan kesehatan, dan infeksi lain.
AIDS diperkirakan muncul di Afrika Sub-Sahara pada abad ke-20 dan
sekarang telah menjadi wabah global. AIDS bukanlah penyakit bawaan,
namun merupakan penyakit menular, yang bisa ditularkan dengan
berbagai cara, yaitu : jalur seksual, jalur darah atau produk darah
yang terutama mengancam pemakai narkoba, dan jalur ibu-anak dengan
penularan pada minggu-minggu terakhir kehamilan dan saat persalinan.
Seperti halnya dalam menghadapi situasi krisis lainnya, terinfeksi
HIV merupakan peluang untuk segera bertaubat dan bersimpuh sujud
kepada Maha Pencipta, dalam mencari makna hidup. Bila Anda positif
terinfeksi HIV, Anda memikul tanggung jawab moral untuk secara jujur
memberitahukan kepada istri atau suami. Dokter, perawat, petugas
laboratorium, petugas transfusi darah, atau siapa pun yang mempunyai
tertular HIV dari Anda 16.
Apakah
artinya ‘AIDS’? 17
AIDS adalah kependekan dari ‘Acquired
Immune Deficiency Syndrome’. Acquired berarti didapat,
bukan keturunan. Immune terkait dengan sistem kekebalan tubuh
kita. Deficiency berarti kekurangan. Syndrome atau
sindrom berarti penyakit
dengan kumpulan gejala, bukan gejala tertentu. Jadi AIDS berarti
kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan
tubuh yang dibentuk setelah kita lahir.
AIDS disebabkan oleh sebuah virus yang disebut
HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Bila kita terinfeksi
HIV, tubuh kita akan mencoba menyerang infeksi. Sistem kekebalan
tubuh kita akan membuat ‘antibodi’, molekul khusus yang menyerang
HIV itu.
Tes darah untuk HIV mencari antibodi itu. Jika
ada antibodi itu di darah kita, berarti kita terinfeksi HIV. orang
yang mempunyai antibodi terhadap HIV disebut ‘HIV-positif’. Kalau
kita HIV-positif, atau mempunyai penyakit HIV, itu tidak sama dengan
kita AIDS. Banyak orang adalah HIV-positif tetapi tidak menjadi
sakit selama bertahun-tahun. Semakin lama kita terinfeksi HIV,
semakin rusak sistem kekebalan tubuh kita. Virus, parasit, jamur dan
bakteri yang biasanya tidak jadi masalah buat kita dapat menyebabkan
penyakit jika sistem kekebalan tubuh rusak. Penyakit ini disebut
‘Infeksi Oportunistik’ (IO)
Bagaimana kita kena AIDS?
Sebetulnya kita tidak ‘kena’ AIDS. Kita
mungkin terinfeksi HIV, dan kemudian mengembangkan AIDS. Kita dapat
tertular HIV dari siapapun yang sudah terinfeksi, walaupun orang itu
tidak kelihatan, bahkan dengan hasil tes HIV yang tidak positif.
Darah, cairan vagina, air mani dan air susu ibu seseorang yang
terinfeksi HIV mengandung cukup virus untuk menularkan kepada orang
lain. Sebagian besar orang tertular HIV melalui :
-
Berhubungan seks dengan
seorang yang terinfeksi
-
Memakai jarum suntik
bergantian dengan seorang yang terinfeksi
-
Terlahir dari ibu yang
terinfeksi, atau disusui oleh perempuan yang terinfeksi
Dulu ada yang tertular HIV melalui tranfusi
darah yang mengandung HIV (diambil dari seorang yang terinfeksi
HIV), tetapi sekarang darah PMI diskrining secara sangat hati-hati,
dan risiko sangat rendah. Belum ada kasus HIV ditularkan melalui air
mata atau air ludah. Namun HIV bisa menular melalui seks oral (hubungan
seks melalui mulut), bahkan dengan ciuman dalam. Walapun jarang, ini
terutama terjadi jika ada luka terbuka pada mulut atau gusi berdarah.
Pada awal 2003, Depkes memperkirakan ada
90.000 -130.000 orang di Indonesia yang terinfeksi HIV. namun pada
akhir Maret 2005, hanya ada 6.789 kasus dilaporkan oleh Depkes,
dengan 3.121 sudah sampai ke stadium AIDS dan 776 sudah meninggal
dunia.
Apa yang terjadi bila kita HIV- Positif?
Kita mungkin tidak tahu bahwa kita baru
terinfeksi HIV. beberapa orang mengalami demam, sakit kepala, otot
dan sendi yang sakit, sakit perut, kelenjar getah bening yang
bengkak, atau ruam pada kulit selama satu atau dua minggu - kurang
lebih 2-3 minggu setelah tertular. Gejala ini biasanya hilang tanpa
diobati. Kebanyakan orang merasa ini flu. Bebarapa orang tidak
mengalami gejala apa pun.
Virus akan menggandakan diri dalam tubuh kita
untuk beberapa minggu atau bahkan bulan sebelum sistem kekebalan
tubuh menanggapinya. Selama masa ini, hasil tes HIV tetap negatif
walaupun kita sudah terinfeksi dan bisa menularkan kepada orang
lain.
Waktu menanggapi virus, sistem kekebalan tubuh
mulai membuat antibodi. Setelah cukup banyak antibodi dibuat, hasil
tes HIV akan menjadi positif. Setelah gejala serupa dengan flu (jika
itu terjadi), kita akan tetap sehat bertahun-tahun – beberapa orang
tidak mengalami gejala untuk sepuluh tahun atau lebih. Namun selama
masa tanpa gejala ini, HIV terus merusakan sistem kekebalan tubuh
kita.
Satu cara untuk mengukur kerusakan pada sistem
kekebalan tubuh adalah dengan menghitung jumlah sel CD418.
sel ini adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Orang
yang sehat mempunyai kadar CD4 antara 500 dan 1.500. tanpa terapi,
kadar CD4 kita kemungkinan akan turun. Kita mungkin mengalami gejala
penyakit HIV, misalnya demam, keringat malam, diare, atau kelenjar
getah bening bengkak. Gejala ini bertahan lebih dari beberapa hari,
kemungkinan selama beberapa minggu.
Bagai mana kita tahu kita AIDS?
Penyakit HIV menjadi AIDS waktu sistem
kekebalan tubuh kita begitu rusak sehingga kadar CD4 kita kurang
dari 200, atau persentase CD4 (CD4 %) di bawah 14%, kita AIDS. Bila
kita mengalami IO tertentu, kita AIDS. Depkes secara resmi
mengeluarkan daftar IO yang mendefinisikan AIDS. Yang paling umum
adalah:
-
· PCP, semacam infeksi paru
-
· KS, kanker kulit
-
· CMV (sitomegalovirus), infeksi yang
biasanya mempengaruhi mata.
-
· Kandidiasis, infeksi jamur dalam mulut
atau vagina.
Penyakit lain terkait AIDS termasuk kehilangan
badan yang parah, dan masalah kesehatan lain. jika tidak diobati, IO
dapat gawat.
AIDS adalah lain dalam setiap odha. ada orang
yang meninggal dunia beberapa bulan setelah terinfeksi, bahkan yang
lain dapat hidup cukup sehat selama bertahun-tahun, bahkan setelah
mereka dianggap AIDS. sebagian kecil Odha tetap sehat bertahun-tahun
bahkan tanpa memakai terapi antiretroviral.
note
|
15 .
BROKEN MIRROR/CERMIN YANG RETAK ‘Kisah Nyata Pecandu Narkoba’
, DAWN TAN, Grasindo.
16 Majalah SADAR No XXIII/Thn.1/2007
17.
Dikembangkan dari LEMBARAN INFORMASI TENTANG HIV/AIDS UNTUK
ORANG YANG HIDUP DENGAN HIV/AIDS (ODHA). Diterbitkan &
didistribusikan oleh YAYASAN SPIRITIA.
18. Sel CD4
adalah macam sel darah putih atau limfosit. Sel tersebut
adalah bagian yang penting dari sistem kekebalan tubuh kita.
Waktu HIV menginfeksikan manusia, sel yang terinfeksi paling
sering adalah sel CD4. HIV menjadi bagian dari sel itu, dan
waktu sel CD4 menggandakan diri untuk melawan virus apapun,
mereka juga membuat banyak tiruan HIV. setelah kita lama
terinfeksi HIV, jumlah sel CD4, atau yang disebut jumlah CD4,
semakin menurun. Ini tanda bahwa system kekebalan tubuh kita
semakin rusak. Semakin rendah jumlah CD4, semakin mungkin kita
akan menjadi sakit. –tambahan dari penyusun
|
|
|
|