71.
Dikembangkan dari buku berjudul 53 penjelasan lengkap tentang
Ruqyah “Terapi gangguan sihir & Jin sesuai Syariat Islam”,
karya Hasan Bishri, LC.
penerbit Ghoib Pustaka.
72.
Richard Carlson, Ph.D., dalam bukunya yang berjudul Don’t
sweet the small stuff at work (jangan memusingkan masalah
kecil di tempat kerja), menulis : “Ketika cemas, Anda lebih
sulit berkonsentrasi dan memusatkan perhatian kepada yang
sedang Anda usahakan. Bukannya menumpahkan seluruh perhatian
kepada pekerjaan, pikiran Anda cenderung mengembara ke masa
depan yang belum pasti atau ke masa lampau yang sarat dengan
kesalahan. Anda mengantisipasi kesulitan, entah realistis atau
tidak - dan Anda mengingat-ingat kesalahan masa lampau sebagai
cara untuk membenarkan kekhawatiran Anda.
Sebagai contoh, Anda mungkin cemas
karena pekerjaan Anda akan diperiksa dan dinilai oleh atasan.
Bukannya memberikan perhatian penuh kepada tugas-tugas yang
ada, Anda menghabiskan satu minggu untuk membayangkan dan
mencemaskan akibat-akibat yang mungkin. Anda ingat dengan
bagian-bagian yang sangat negatif dalam acara pemeriksaan yang
telah lalu. Pikiran Anda mengembara dan tidak terkonsentrasi.
Bukannya bekerja seproduktif dan seefisien biasanya, Anda
menelantarkan pekerjaan dan semakin tidak percaya diri. Tentu
saja, rasa tidak aman dan kinerja yang kurang dari ideal
akibatnya akan terlihat oleh atasan Anda dan akan ditulis
dalam catatan prestasi Anda. Ini lingkaran setan yang dimulai
dengan cemas.
Cemas juga mudah menular. Ketika sedang
cemas, Anda cenderung menegaskan gagasan tentang adanya
sesuatu yang pantasdicemaskan kepada orang lain. Ini menebar
pesan negatif dan rasa takut. Akibatnya, lingkungan kerja
menjadi penuh dengan orang-orang yang khawatir berlebihan,
bahkan kadang-kadang seperti mengidap paranoid. Apabila semua
orang ketakutan, terciptalah panggung yang sesuai untuk
perilaku egois dan sayang kepada diri sendiri dengan upaya
melindungi diri menjadi prioritas”.
73. Musik
adalah Muadzin (Penyeru) – nya setan. jika musik
terdengar, setan-setan berdatangan. sangat mengerikan bagi
orang yang bisa mendengar suara setan dan penakut ketika ada
acara musik. mungkin jutaan setan yang menaungi lokasi acara
musik tersebut; kebalikan dari acara belajar dan mengajar Al-Qur’an
yang mana pada acara belajar dan mengajar Al-Qur’an, para
malaikat menaungi berbaris-baris sampai ke langit. bahkan bagi
orang yang tau, tidak akan berani masuk diskotik. atau jika
diberi pilihan, antara masuk diskotik dengan masuk ke rumah
yang terkenal angker, mungkin lebih baik memilih masuk ke
rumah yang angker. Orang-orang yang kita lihat di diskotik,
bukan semuanya benar-benar manusia terutama setelah lewat jam
satu malam. Untuk membedakannya, jika ada orang yang berbicara
kepada kita dengan sangat jelas padahal musik ketika itu
sangat memekakkan telinga sehingga kita ketika ingin berbicara
dengan teman-teman kita harus berteriak sekuat tenaga,
jauhilah dia.
Informasi yang saya dapat dari
setan-entah fitnah bukannya-bahwa minuman gratis dari
pembelian tiket jangan diminum agar kita tidak dijadikan
tumbal pesugihan. Main gitar seorang diri atau berada di
studio musik seorang diri memang asyik. Tapi bagi yang tau dan
penakut, tak akan berani melakukannya.
Musik dapat memperburuk gejala
psikopatologi sehingga psikopatologi dapat menyerang lebih
awal dari usia yang seharusnya. Perilaku setan dari kalangan
jin memang sama dengan perilaku setan dari kalangan manusia.
Ketika lagu kesukaannya terdengar, serentak kegirangan; ikut
bernyanyi sambil mabuk. Lagu-lagu yang top di kalangan setan
manusia juga top di kalangan setan dari kalangan jin. Musik
dapat mencerdaskan otak balita, Narkoba menyelesaikan segala
masalah, Seks bebas adalah surga dunia, dan lain sebagainya
merupakan propaganda satanisme. Berikut ini adalah kutipan
dari buku karya Syaikh Abdullah bin Abdurahman Al-Jibrin,
yang berjudul Fatwa-fatwa seputar pengobatan dan kesehatan.
”Apakah nyanyian dan musik dapat menyembuhkan sebagian
penyakit?”
Tanya : tersiar diberbagai media
informasi tentang pendapat yang mengatakan bahwa musik dan
lagu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bagaimana
pernyataan ini menurut syariat?
Jawab : ini jelas perkataan keliru
meskipun pendapat ini telah tersebar luas serta banyak pihak
yang mengulas panjang lebar dan menyatakan bahwa pendapat ini
telah terbukti khasiatnya karena musik dan nyanyian termasuk
perkara yang diharamkan syari’at. Allah SWT. melarangnya dan
mengancam para pecandunya. Tidak mungkin Allah menurunkan obat
pada sesuatu yang diharamkan-NYA. Di dalam sebuah Hadist
disebutkan bahwa Rosulullah SAW. mengatakan bahwa Allah SWT.
tidak menurunkan obat untuk umatku ini dari sesuatu yang haram.
Hadist ini juga menunjukkan terlarangnya berobat dengan
sesuatu yang haram. Perkara-perkara haram tidak akan dapat
mendatangkan kesembuhan. Akan tetapi ada sebagian jiwa yang
lemah terbiasa bergelut dengan perkara haram. Jiwa mereka
telah kecanduan mendengarkan alunan musik dan lagu hingga
akhirnya menyatu dengannya. Maka ketika mereka jauh dari
perkara haram itu, jiwanya terasa sakit, lemaslah urat syaraf
dan kekuatannya pun melemah. Ketika alunan musik itu kembali
hadir, jiwa mereka serasa mendapatkan gairah, semangat dan
kekuatan baru. Akhirnya mereka menyangka musik itulah yang
telah menyembuhkannya. Jiwa yang sakit akan merasakan
kelezatan pada perkara-perkara haram. Sedangkan jiwa yang baik
dan beriman, penuh keyakinan dan kesabaran akan merasa berat,
gelisah dan lemah ketika mendengarkannya. Karena sesungguhnya
yang sakit adalah akal mereka dan kemudian diikuti oleh badan
jasmani. Wallahu a’lam.