74. Ibnu
Abid-dunya mentakhrij dari Qatadah, Dia berkata : “Ketika
iblis ikut diturunkan, dia berkata; “Ya Rabbi, Engkau telah
melaknatnya (aku). Lalu apa ilmunya? Allah menjawab,
Sihir. Apa Qur’annya? Syair. Apa kitabnya? Tatto. Apa
makanannya? Setiap bangkai dan apapun yang disembelih tanpa menyebut nama
Allah. Apa minumannya? Setiap minuman yang memabukkan. Di mana
tempat tinggalnya? Kamar mandi. Di mana tempat duduknya? Pasar.
Apa yang menjadi muadzinnya? Alat musik. apa perkataannya?
Dusta. Siapa utusannya? Dukun.
Apa jeratnya? Wanita.”
75. Para
tukang sihir bekerja siang dan malam untuk merusak dan
menimbulkan kerusakan demi mendapatkan imbalan beberapa rupiah
dari orang-orang yang lemah jiwa dan para
penjahat yang mendengki saudara-saudara merekadari kaum
Muslimin. Mereka merasa senang dan puas melihat saudara-saudaranya
menderita dan tersiksa akibat sihir. Tukang Sihir dan Setan
adalah dua sejoli yang bertemu dalam rangka bermaksiat kepada Allah. Namun orang
yang paling dekat dengan setan adalah orang yang paling depan
merasakan sifat buruk setan. jika Anda kenali tukang sihir lebih dekat
maka Anda akan menyaksikan kehidupannya berada dalam
kesengsaran jiwa dalam hidup bersama istri, anak-anaknya ataupun terhadap
dirinya sendiri. Ia tidak bisa tidur tenang, bahkan merasakan
kecemasan dalam tidurnya berkali-kali, di samping bahwa setan-setan itu sering
menyakiti anak-anak dan istrinya dan menimbulkan pertengkaran
di antara mereka. Maha benar Allah Berfirman:
“Dan mereka mempelajari sesuatu yang
memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi,
sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang
menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah keuntungan
baginya di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual
dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui”. (QS. Al-Baqarah
: 102)
76.
Memutuskan hubungan antar Pekerja sosial Penanggulangan bahaya
Narkoba dan HIV yang seharusnya bekerjasama menyelamatkan
bangsa, memutuskan hubungan antar ulama yang seharusnya
bekerjasama membina umat, memutuskan hubungan antar ahli
kesehatan yang seharusnya bekerjasama menyehatkan masyarakat,
memutuskan hubungan antar Ilmuwan yang seharusnya bekerjasama
mencerdaskan bangsa, memutuskan hubungan Pemimpin dengan
rakyatnya, memutuskan hubungan antar TNI yang seharusnya
bekerjasama menjaga kedaulatan NKRI, memutuskan hubungan antar
Polantas dengan pengemudi kendaraan yang seharusnya
bekerjasama demi keselamatan berlalu-lintas, dan sebagainya.
Kekacauan hanya akan terjadi apabila kita menuruti emosi/tingkah
laku negatif kita yang dipengaruhi oleh setan dan menanggapi
emosi/tingkah laku negatif orang lain yang juga dipengaruhi
oleh setan dengan cara setan.
77. Wahid
Abdussalam Bali berpendapat bahwa : ”jin yang ditugasi
melakukan sihir masuk ke dalam jasad orang yang disihir dan
berpusat di otaknya- sebagaimana tugas yang diberikan tukang
sihir kepadanya- kemudian menekan sel-sel otak yang berkaitan
dengan daya fikir dan daya ingat, atau dengan melakukan
tindakan-tindakan tertentu terhadapnya dengan cara yang tidak
diketahui kecuali oleh Allah. Saat itulah muncul gejala-gejala
tersebut pada orang yang disihir”.
Untuk sementara, penyusun membagi
Psikotik ke dalam tiga Tipe. Pertama, Tipe Aktif.
Psikotik yang aktif sibuk dengan imajinasinya. Mereka tertawa,
menangis, tunjuk sana tunjuk sini dan setan menjadi narrator
untuk imajinasinya; Kedua, Tipe Pasif. Psikotik yang
pasif sibuk berkomunikasi dengan setan dalam pikirannya
sendiri atau sibuk mendengarkan ocehan setan. mereka diam,
bengong, dan tidak banyak bergerak; Ketiga, kombinasi
dari kedua tipe di atas. Ada pun cara setan menghilangkan
kesadaran dan merusak otak kita :
-
Mereka berbicara terus menerus
-
Mereka berbicara kemudian temponya
diperlambat, lambat, semakin lambat, semakin lambat
-
Mereka berbicara dan memotong dengan
tiba-tiba sebagian kata dalam suatu kalimat
-
Mereka berbicara dan mengulang-ulang
kata pada akhir kalimat
-
Untuk merusak otak kita, mereka
berbicara kemudian temponya diperlambat, lambat, semakin
lambat, kemudian membentak sekuat mungkin; atau membentak di
setiap akhir kalimat
-
Agar otak kita ”panas”, setan kesatu
memberi perintah sambil memberitahu akibatnya jika kita
tidak menuruti perintahnya. Setan kedua melarang kita
menuruti perintah setan kesatu sambil memberitahu akibatnya
kalau menuruti perintah setan kesatu. Sedangkan setan ketiga
menyuruh kita menuruti perintah setan kesatu sekaligus -pada
waktu yang sama- menuruti larangan setan kedua sambil
menakut-nakuti. Kita pun bingung, pusing, otak mulai ”panas”
dan semakin lama semakin ”panas”. Teknik ini bisa membuat
gila dalam waktu tiga hari. Sangat cocok untuk orang yang
terlalu percaya pada ramalan dan terlalu mempercayai
informasi dari setan. Wallahu a’lam.
78. Biasanya
suara orang yang kita kenal seperti suara ibu atau adik
perempuan kita