79. Hanya
untuk Satanik, Skizofrenik, Pelaku Ilmu Hitam, dan Pengidap
Psikopatologi. Telusurilah penyebab bisa mendengar suara tanpa
wujud dan selalu hadapkan diri pada Al-Qur’an dan Hadist. Jika
hati kita semakin jauh dari Tuhan, berarti mereka adalah Setan.
Jika kita disuruh berjuang untuk Agama, sedangkan hati kita
sebetulnya tidak peduli dengan agama atau jauh dari ulama dan
mengidap psikopatologi, hati-hati, jangan sampai dijadikan
‘alat’ untuk menyesatkan.
Namun tidak sedikit orang yang mendapat
gangguan setan akibat kesalahan leluhur, yang bekerjasama
dengan setan baik sengaja maupun tidak. Misalnya leluhurnya
pelaku ilmu hitam, pendosa besar, pelaku pesugihan, koruptor,
dan lain sebagainya. Istilahnya setan degenerative atau
keturunan. Karena itu, penting kita terapkan psikologi
gestalt, melihat penyebab psikopatologi seseorang secara
keseluruhan; setidaknya 7 turunan ke atas dan 7 turunan ke
bawah.
Di antara jerat-jerat setan yang
dipasang untuk menyesatkan manusia adalah dengan lihai setan
suka memperdaya manusia agar hanya bertahkim atas dasar
perasaan dan realita yang dialami oleh mereka saja, tidak
perlu lagi bertahkim atas dasar hukum yang telah digariskan di
dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi dengan alasan bahwa
sesungguhnya bilamana hati selalu menjalin hubungan dengan
Allah, segala cetusannya akan selalu benar dan terhindar dari
kekeliruan. Ini adalah jerat setan yang paling berbahaya yang
ditanamkan kepada mereka.
Terkadang orang terpedaya dengan
penampilan lahiriyah mbah dukun, misalnya pakai jubah panjang,
sorban, lengkap dengan tasbih ala kiai, ditambah bacaan
ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dipelintir disana-sini. Padahal
Imam Syafi’i berkata: “Jika engkau menyaksikan
seseorang dapat berjalan di atas air atau terbang di udara,
jangan lantas percaya hingga kalian hadapkan ia pada Al-Qur’an
dan Sunnah.
Jika sesuai dengan keduanya, maka ia
termasuk karamah yang Allah berikan pada hamba-hambanya yang
shaleh, namun jika sebaliknya maka ia adalah bantuan jin dan
setan” karena itu, jangan mudah terpedaya dengan penampilan.
Kembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah, karena siapa yang
berpegang pada keduanya, Allah Ta’ala akan menjamin baginya
keselamatan di dunia dan akhirat serta memeliharanya dari tipu
daya iblis dan bala tentaranya.
Orang taat beribadah diberi kemampuan
bisa mendengar suara setan adalah agar tahu alasan larangan
Tuhan sehingga mampu menjaga diri dengan menghindarinya
sedangkan orang yang jauh dari Tuhan diberi kemampuan bisa
mendengar suara setan adalah agar semakin merusak diri dan
semakin menjauhi Tuhan.
Seorang teman yang non-muslim
menjelek-jelekan agama Islam karena menurutnya Islam penuh
dengan ajaran mistis, klenik, takhayul, percaya kepada mitos
seperti ratu laut selatan, jimat-jimat, percaya pada keris,
dan sebagainya tanpa mengetahui bahwa hal-hal demikianlah yang
paling dilarang oleh agama Islam. Namun saya pun mengakui,
selama kurang lebih 10 tahun hidup dari pesantren ke pesantren
dan bergaul dengan para kiai dan santri, sekarang saya
menyadari bahwa kebanyakan dari mereka bukan hanya ahli agama
melainkan merangkap sebagai ahli sihir. Mereka mempelajari
ilmu pengasihan, kekebalan, penerawangan, memanggil jin,
melakukan ritual pesugihan di gua-gua, dan lain sebagainya;
bahkan mereka menganggap bahwa seorang ulama harus sakti
mandraguna. Wajar jika kemudian banyak dari para Ulama yang
sakti tersebut memiliki anak-cucu berkepribadian abnormal.
Ajaran Islam di Indonesia pada umumnya telah menyimpang jauh
dari ajaran Islam yang sebenarnya. Yang lebih memprihatinkan
adalah pengidap gangguan kepribadian dipandang
sebagaiWaliullah -Wallahu a’lam
80. Sekarang,
banyak sekali film horror yang beredar dan – menurut
kedokteran Tiongkok - akan membahayakan kesehatan jiwa
masyarakat selain pembodohan umat manusia bahwa setan itu
hebat. Padahal anjing hitam penampakan setan yang dalam film
horror dibuat seolah-olah menyeramkan, yang benar -menurut
saya- adalah sekonyol Scooby doo atau Pluto-nya Mickey mouse.
Hanya saja saya mengakui setan perempuan- yang sudah seperti
laki-laki - lebih berani daripada setan laki-laki yang gaya
bicaranya saja seperti banci sedang mabuk.
Ketakutan kita dengan ketakutan setan –
menurut perkiraan saya – 1 : 10. kita lari satu langkah, dia
sepuluh langkah sambil menjeritjerit menggelikan; 10 kali
jeritan histeris manusia melihat setan. Orang yang sudah tahu
siapa setan, ketika ditakut-takuti oleh setan, dia akan lari
terbirit-birit sambil tertawa. Mereka sangat takut wujud
aslinya –dalam otak kita- terlihat oleh manusia. Biasanya yang
bisa menampakan diri adalah setan ahli sihir yang bisa
menciptakan sinyal-sinyal elektris –dalam otak kita- wujud
menyeramkan sedangkan setan-setan yang umumnya mungkin tidak
beda dengan setan dari kalangan manusia yang rata-rata hanya
bisa mabuk dan ahli sihir kita pun tidak begitu banyak; setan
ahli sihir sudah tidak takut lagi kepada manusia, sama seperti
ahli sihir kita yang sudah biasa melihat penampakan setan.
Dari apa yang saya ketahui-entah
sandiwara bukannya- ketika mereka ingin menakut-nakuti saya
melalui penampakan, mereka mencari dulu setan yang ahli sihir
dan melibatkan banyak sekali kelompok setan dengan tugas
berbeda. Mereka super penakut tapi memaksakan diri agar
disebut pemberani sehingga kesannya tampak konyol. Baru saya
lintaskan kalimat ’kok wujud aslinya pada keliatan’ dalam otak
saya agar ’dibaca’ oleh mereka- yang ada dalam otak saya,
mereka menjerit histeris. Yang membuat saya takut kepada
penampakan adalah sosok menyeramkan setan akibat dulu paling
suka menonton film horror. Seandainya tidak ada memori sosok
setan yang menyeramkan dalam otak saya, mungkin saya hanya
tertawa ketika ditakut-takuti oleh setan.
Gaya dan kekonyolan si kentung, ucil,
dkk dalam sinetron Tuyul dan mbak Yul sangat tepat untuk
menggambarkan perilaku setan yang sebenarnya. Mungkin hal ini
memang sengaja dirahasiakan oleh Tuhan untuk dijadikan bahan
hinaan bagi para pemuja setan di akhirat kelak. Bahwa setan
yang selama ini kita agungkan, ternyata lebih parah dari Mr.
Bean atau mungkin jauh lebih parah karena dunia yang membuat
kita bisa saling membunuh saja di akhirat nanti berwujud
nenek-nenek menjijikan. – Wallahu a’lam