countreg.com
ISLAMIC MEDIA
[ http://islamic.xtgem.com ]


 

Ilmu Dakwah (penyuluhan)

 

Dakwah berarti menyeru kepada keselamatan dan mengajak kepada kebaikan. Menyeru kepada keselamatan dari bahaya penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, dan Psikopatologi pun termasuk dakwah. Mengajak kepada kebaikan seperti meningkatkan prestasi diri dan marketing juga termasuk dakwah. Islam telah mengajarkan bagaimana cara berdakwah yang benar sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Allah dan para Nabi. Sebagian besar ayat-ayat Al-Qur'an adalah tentang Dakwah. Allah berdakwah, para Nabi berdakwah, maka sebagai kaum muslimin, kita pun harus berdakwah. Kita tak akan memahami Ajaran Islam apabila kita tidak berdakwah. Umat Nabi Muhammad adalah Umat dakwah dan salah satu keuntungan dakwah adalah agar kita terbiasa bicara di depan banyak orang sehingga bisa mempresentasikan apa pun dengan penuh rasa percaya diri.


Mencari dan menyebarluaskan informasi

 

Ilmu hadist, jika dikembangkan, dapat menjadi suatu ilmu mencari dan menyebarluaskan informasi, sehingga kita tahu mana informasi yang shahih (benar), mana yang dhaif (lemah), mana yang Maudhu (palsu), mana yang gossip, mana yang provokasi, dan sebagainya. Penting dipelajari oleh para pencari informasi agar kita mendapatkan Informasi yang benar. Sebagai catatan, perawi hadist yang pernah berdusta sekali saja Riwayatnya bisa diragukan, Apalagi provokator, Tukang gossip, pengobral janji, pengidap gangguan mental, Pecandu Narkoba, Atheis, penjajah negara orang, Koruptor, dan lain sebagainya? “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. Al-Hujurat : 6). Setan jauh lebih daripada fasik. Informasi apa pun yang kita terima-baik melalui indra pendengaran maupun bisikan hati- dari mereka jangan diterima apalagi sampai terjadi pembunuhan, perusakan, penjarahan, fitnah, permusuhan, dan lain sebagainya akibat mengikuti informasi dari setan. Perlu diingat bahwa informasi mempengaruhi kehidupan seseorang.


Seni

 

Setiap orang seharusnya ia sebagai ”seniman”. Mengapa? Karena pada hakikatnya setiap orang menyukai keindahan. Allah SWT. menciptakan alam raya ini, baik yang ada di bumi maupun yang melayang di angkasa raya semua sangat indah mempesona, yang dalam penciptaan tersebut tak akan ditemui cacat sedikitpun.

 

Perhatikanlah dengan seksama! Allah Yang Maha Pencipta tersebut, telah ”melukis” alam dan ”mengukir” persoalan manusia begitu indahnya, dan semuanya mengandung makna dan hikmah yang sangat tinggi nilainya.

 

Manusia sebagai ciptaan Allah, siapa pun ia, jika ia dekat denganNya, inysa Allah manusia tersebut akan ”ketularan” sifat indahNya Allah. Ia akan gampang berkreasi karena Allah adalah Dzat Yang Maha Kreatif. Ia akan suka keindahan dan tak akan ada sedikitpun perasaan pada hatinya untuk merusak lingkungan yang sudah tertata.

 

Seorang seniman yang sejati ia akan mendapatkan sifat lembut dan halusNya Allah SWT. sebagai al-Latif (Dzat Yang Maha Halus dan Tersembunyi). Sehingga, seorang seniman akan peka kepada lingkungannya, sangat halus budi pekertinya, dan sangat peduli terhadap hamba Allah lainnya yang membutuhkan uluran tangannya.

 

Ilmu ekonomi

 

Silahkan baca buku-buku tentang ilmu ekonomi Islam seperti Teori dan Praktek ekonomi Islam karya Prof. M. Abdul Mannan MA, Ph.D., * Dasar-dasar Etika Bisnis Islam karya Prof. DR. H. Buchari Alma, * Akuntansi Islam karya Dr. Sofyan Syafri harahap, M.S A .c, * Ekonomi Islam karya Monzer Kahf, Ph.D, dll.

 

Ilmu pendidikan

 

Ajaran Islam penuh dengan Ilmu Pendidikan. dengan sistem pendidikan yang diajarkan oleh Islam, bangsa Arab yang Jahil dan bobrok pun bisa menjadi Generasi terbaik. Silahkan baca juga buku Mendidik ala rasulullah karya Dr. Abdul Hamid Al-Hasyimi, dll.

 

Saya secara pribadi berpikir, kenapa Allah menerima do’a dan terkadang menolak, bahkan dengan penolakan yang sangat kasar? Ternyata Allah sedang mendidik kita, bahwa tidak setiap permintaan kita akan dipenuhi oleh orang lain. Adab-adab berdoa mengajarkan kepada kita, jika kita ingin permintaan kita dipenuhi, penampilan kita harus rapih, bersih dan wangi agar orang lain suka kepada kita. Ketika berdoa kita diajarkan untuk meminta dengan sopan dan tutur kata yang baik serta tidak diperbolehkan memaksa. Jika ada waktuwaktu mustajab dalam berdoa, berarti kita harus tahu, kapan kira-kira waktu yang tepat untuk meminta. Jika permintaan kita ditolak, mungkin cara kita meminta tidak sesuai dengan aturan. Atau mungkin perilaku kita sehari-hari tidak disukai oleh orang lain; Tentu saja harus dibedakan antara meminta kepada Allah yang Maha kuasa dengan meminta kepada Makhluk yang serba lemah.

 

Allah pun mendidik kita melalui apa yang disebut oleh Skinner sebagai Operant Conditioning. Menurut teori ini kuat atau lemahnya dorongan bagi seseorang melakukan suatu tindakan banyak tergantung pada faktorfaktor yang memperkuat atau memperlemah dari hasil tindakannya. Bila suatu tindakan menghasilkan sesuatu yang memuaskan (seperti pahala besar), maka tindakan itu akan diperkuat. Dan sebaliknya apabila suatu tindakan menghasilkan sesuatu yang kurang memuaskan (seperti dosa yang menimbulkan gangguan fisik dan mental serta lingkungan hidup), maka tindakan itu cenderung akan diperlemah. Demikian pula halnya dengan teori-teori motivasi lainnya seperti teori jenjang kebutuhan dari A. Maslow. Menurut teori ini, ada lima tingkat kebutuhan dalam diri manusia mulai dari yang paling dasar sampai ke yang paling tinggi, yaitu kebutuhan jasmaniah (biologis), kebutuhan memperoleh rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan memperoleh harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Kelima jenis kebutuhan itu merupakan jenjang yang saling terkait, dan mendorong individu untuk melakukan berbagai tindakan. Dan yang jarang kita perhatikan adalah bahwa Allah mengajarkan kepada kita modeling, yakni jika kita ingin sukses, kita harus mencontoh orang-orang yang telah sukses.

 

Ada pun kepatuhan kepada perintah pimpinan dan kedisiplinan yang diajarkan oleh Allah, ternyata diamalkan oleh orang-orang militer. Mereka siap dikirim kapan saja, kemana saja, dengan siapa saja. Mereka ibarat nabi Ibrahim yang selalu mematuhi perintah Allah meskipun harus menyembelih anak kesayangannyaatau ketika disuruh berangkat dengan meninggalkan anak-istri di padang pasir yang tandus. Namun Allah memberi teladan yang harus kita tiru, yakni keluarga yang ditinggalkan oleh para pejuang harus kita jaga.


Psikologi

 

Silahkan baca buku : Nuansa-nuansa Psikologi Islam karya Abdul Mujib M.Ag & Jusuf Mudzakir, M. Si. * ALQUR’AN Ilmu Kedokteran jiwa dan Kesehatan Jiwa karya Prof. Dr. dr. H. Dadang hawari, Psikiater, * dll


Iptek

 

Banyak ayat Al-Qur’an yang mengharuskan seseorang untuk menggunakan akal dan pendengarannya sebagai media untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Telah terbit banyak buku dan VCD tentang Al-Qur’an sebagai sumber Ilmu pengetahuan; tentu saja Al-Qur’an bukan kitab ilmu pengetahuan. Namun di dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat ringkas dan mendalam yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke dua puluh. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui semasa Al-Qur’an diwahyukan dan ini semakin membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah. Di masa lalu, para Ilmuwan Muslim seperti Avecina, Al-Khawarijmi, dan lain-lain adalah orang-orang terdepan dalam pengembangan Iptek. Banyak peninggalan hasil karya dari para Ilmuwan Muslim yang sangat mengagumkan. Sekarang, orang-orang Islam meninggalkan ajaran Agamanya, maka mereka pun menjadi kaum yang tertinggal. Untuk menumbuhkan keimanan melalui bukti-bukti Sains, silahkan baca buku-buku dan tonton VCD karya Harun Yahya (www.hyahya.org)113. Baca juga : Al-Quran dan Embriologi karya Muhammad Izuddin Taufiq * Bukti Kebenaran Al-Qur’an karya Abdullah Al-Rehaili * Pemerintahan Tuhan “Perjalanan sains Menjelajah Al-Qur’an” karya Arifin Muftie, Pengantar Dr. Moedji Raharto * Al-Qur’an ‘ilmu pengetahuan dan teknologi’ karya Prof. Ahmad Baiquni M. S.c, Ph.D * dll.

Dunia Barat mengklaim bahwa kemajuan ilmu pengetahuan yang telah diraih selama berabad-abad merupakan akibat langsung dari terpisahnya agama dari kehidupan praktis manusia dengan konsep pemisahan antara gereja dengan negara. Sepanjang sejarah Eropa, kekuatan gereja telah banyak menindas dan memperlakukan rakyat dengan semena-mena, sehingga tidak ada sedikit pun kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan yang berhasil diraih. Oleh karena itu, agama dianggap tidak praktis, tidak fleksibel, dan penuh dengan pertentangan sehingga dipandang sebagai penghambat perkembangan dan kemajuan manusia. Namun, hal ini berbeda dengan kenyataan yang dialami oleh umat Islam terdahulu. Sejarah mencatat bahwa mereka telah mengukir zaman keemasannya dengan terang dan gemilang. Pada abad ke-10, kemajuan sains dan teknologi serta peradaban telah mencapai puncak kemajuan dan perkembangannya. Pada abad itu pusatpusat perkembangan sains telah muncul di berbagai tempat. Ada tiga tempat yang dapat memicu perkembangan sains yang sangat gemilang, yaitu Timur Tengah Mesir, Pantai Utara Afrika, dan Andalusia. Saat itu dunia Islam memiliki gaya hidup khas yang lebih superior daripada dunia Barat. Baghdad, ibu kota Khilafah Abbasiyah ketika itu merupakan kota terbesar dan merupakan kosmopolitan yang menjadi perantara antara dunia Mediterania dan Hindu-Cina di Timur.

 

Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa pemerintahan Islam tersebut antara lain karena adanya definisi yang jelas tentang ilmu pengetahuan (science). Islam membedakan dua wilayah bahasan yang berkaitan dengan pengetahuan. Wilayah pertama berkaitan dengan urusan-urusan kemanusiaan yang mencakup politik, sosial, ekonomi, hukum, peribadahan, dan lainnya. Wilayah kedua berkaitan dengan ilmu pengetahuan murni. Pada wilayah pertama, pengetahuan harus bersumber dari wahyu (kitab suci Allah). Wahyu menyuruh dan memerintahkan seluruh umat Islam untuk mengembalikan seluruh persoalan hanya kepada Allah (Al-Qur’an). Ada pun wilayah kedua bersifat terbuka, yaitu yang berkaitan dengan ilmu murni (pure science), yang dihasilkan dari hasil olah pemikiran dan pemahaman manusia terhadap alam semesta. Ilmu pengetahuan ini tidak berkaitan dengan pandangan hidup seseorang, baik kapitalisme, Budhaisme, Kristianisme, maupun Islamisme. Dengan pembagian dan definisi tersebut, umat Islam pada masa pemerintahannya di masa silam mampu meraih kemajuan dalam semua bidang ilmu pengetahuan yang ada masa itu, bahkan mampu menjadi pionir dalam mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan yang baru.

 

note

 

113. Download gratis buku-buku karya Harun Yahya berbahasa Indonesia, VCD, e-book, dan lain-lain di www.pakdenono.com

 



 
 

konversi html, navigasi & kompilasi chm oleh:
 
www.pakdenono.com

Free wapsite
Best site builder