| |
|
Ilmu Dakwah
(penyuluhan)
Dakwah berarti menyeru kepada keselamatan dan
mengajak kepada kebaikan. Menyeru kepada keselamatan dari bahaya
penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, dan Psikopatologi pun termasuk
dakwah. Mengajak kepada kebaikan seperti meningkatkan prestasi diri
dan marketing juga termasuk dakwah. Islam telah mengajarkan
bagaimana cara berdakwah yang benar sebagaimana yang telah
dicontohkan oleh Allah dan para Nabi. Sebagian besar ayat-ayat Al-Qur'an
adalah tentang Dakwah. Allah berdakwah, para Nabi berdakwah, maka
sebagai kaum muslimin, kita pun harus berdakwah. Kita tak akan
memahami Ajaran Islam apabila kita tidak berdakwah. Umat Nabi
Muhammad adalah Umat dakwah dan salah satu keuntungan dakwah adalah
agar kita terbiasa bicara di depan banyak orang sehingga bisa
mempresentasikan apa pun dengan penuh rasa percaya diri.
Mencari dan
menyebarluaskan informasi
Ilmu hadist, jika dikembangkan, dapat menjadi
suatu ilmu mencari dan menyebarluaskan informasi, sehingga kita tahu
mana informasi yang shahih (benar), mana yang dhaif (lemah), mana
yang Maudhu (palsu), mana yang gossip, mana yang provokasi, dan
sebagainya. Penting dipelajari oleh para pencari informasi agar
kita mendapatkan
Informasi yang benar. Sebagai catatan, perawi hadist yang pernah
berdusta sekali saja Riwayatnya bisa diragukan, Apalagi provokator,
Tukang gossip, pengobral janji, pengidap gangguan mental, Pecandu
Narkoba, Atheis, penjajah negara orang, Koruptor, dan lain
sebagainya? “Hai orang-orang yang
beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka
periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah
kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu
menyesal atas perbuatanmu itu”.
(QS. Al-Hujurat : 6). Setan jauh lebih daripada fasik. Informasi apa
pun yang kita terima-baik melalui indra pendengaran maupun bisikan
hati- dari mereka jangan diterima apalagi sampai terjadi pembunuhan,
perusakan, penjarahan, fitnah, permusuhan, dan lain sebagainya
akibat mengikuti informasi dari setan. Perlu diingat bahwa informasi
mempengaruhi kehidupan seseorang.
Seni
Setiap orang seharusnya ia sebagai ”seniman”.
Mengapa? Karena pada hakikatnya setiap orang menyukai keindahan.
Allah SWT. menciptakan alam raya ini, baik yang ada di bumi maupun
yang melayang di angkasa raya semua sangat indah mempesona, yang
dalam penciptaan tersebut tak akan ditemui cacat sedikitpun.
Perhatikanlah dengan seksama! Allah Yang Maha
Pencipta tersebut, telah ”melukis” alam dan ”mengukir” persoalan
manusia begitu indahnya, dan semuanya mengandung makna dan hikmah
yang sangat tinggi nilainya.
Manusia sebagai ciptaan Allah, siapa pun ia,
jika ia dekat denganNya, inysa Allah manusia tersebut akan
”ketularan” sifat indahNya Allah. Ia akan gampang berkreasi karena
Allah adalah Dzat Yang Maha Kreatif. Ia akan suka keindahan dan tak
akan ada sedikitpun perasaan pada hatinya untuk merusak lingkungan
yang sudah tertata.
Seorang seniman yang sejati ia akan
mendapatkan sifat lembut dan halusNya Allah SWT. sebagai al-Latif (Dzat
Yang Maha Halus dan Tersembunyi). Sehingga, seorang seniman akan
peka kepada lingkungannya, sangat halus budi pekertinya, dan sangat
peduli terhadap hamba Allah lainnya yang membutuhkan uluran
tangannya.
Ilmu
ekonomi
Silahkan baca buku-buku tentang ilmu ekonomi
Islam seperti Teori dan Praktek ekonomi Islam karya
Prof. M. Abdul Mannan MA, Ph.D.,
* Dasar-dasar Etika Bisnis Islam karya Prof. DR. H. Buchari Alma,
* Akuntansi Islam karya
Dr. Sofyan Syafri harahap, M.S
A .c, * Ekonomi Islam karya
Monzer Kahf, Ph.D, dll.
Ilmu
pendidikan
Ajaran Islam penuh dengan Ilmu Pendidikan.
dengan sistem pendidikan yang diajarkan oleh Islam, bangsa Arab yang
Jahil dan bobrok pun bisa menjadi Generasi terbaik. Silahkan baca
juga buku Mendidik ala rasulullah karya Dr. Abdul Hamid Al-Hasyimi,
dll.
Saya secara pribadi berpikir, kenapa Allah
menerima do’a dan terkadang menolak, bahkan dengan penolakan yang
sangat kasar? Ternyata Allah sedang mendidik kita, bahwa tidak
setiap permintaan kita akan dipenuhi oleh orang lain. Adab-adab
berdoa mengajarkan kepada kita, jika kita ingin permintaan kita
dipenuhi, penampilan kita harus rapih, bersih dan wangi agar orang
lain suka kepada kita. Ketika berdoa kita diajarkan untuk meminta
dengan sopan dan tutur kata yang baik serta tidak diperbolehkan
memaksa. Jika ada waktuwaktu mustajab dalam berdoa, berarti kita
harus tahu, kapan kira-kira waktu yang tepat untuk meminta. Jika
permintaan kita ditolak, mungkin cara kita meminta tidak sesuai
dengan aturan. Atau mungkin perilaku kita sehari-hari tidak disukai
oleh orang lain; Tentu saja harus dibedakan antara meminta kepada
Allah yang Maha kuasa dengan meminta kepada Makhluk yang serba lemah.
Allah pun mendidik kita melalui apa yang
disebut oleh Skinner
sebagai Operant Conditioning.
Menurut teori ini kuat atau lemahnya dorongan bagi seseorang
melakukan suatu tindakan banyak tergantung pada faktorfaktor yang
memperkuat atau memperlemah dari hasil tindakannya. Bila suatu
tindakan menghasilkan sesuatu yang memuaskan (seperti pahala besar),
maka tindakan itu akan diperkuat. Dan sebaliknya apabila suatu
tindakan menghasilkan sesuatu yang kurang memuaskan (seperti dosa
yang menimbulkan gangguan fisik dan mental serta lingkungan hidup),
maka tindakan itu cenderung akan diperlemah. Demikian pula halnya
dengan teori-teori motivasi lainnya seperti teori jenjang kebutuhan
dari A. Maslow. Menurut teori ini, ada lima tingkat kebutuhan
dalam diri manusia mulai dari yang paling dasar sampai ke yang
paling tinggi, yaitu kebutuhan jasmaniah (biologis), kebutuhan
memperoleh rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan memperoleh harga
diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Kelima jenis kebutuhan itu
merupakan jenjang yang saling terkait, dan mendorong individu untuk
melakukan berbagai tindakan. Dan yang jarang kita perhatikan adalah
bahwa Allah mengajarkan kepada kita modeling, yakni jika kita
ingin sukses, kita harus mencontoh orang-orang yang telah sukses.
Ada pun kepatuhan kepada perintah pimpinan dan
kedisiplinan yang diajarkan oleh Allah, ternyata diamalkan oleh
orang-orang militer. Mereka siap dikirim kapan saja, kemana saja,
dengan siapa saja. Mereka ibarat nabi Ibrahim yang selalu mematuhi
perintah Allah meskipun harus menyembelih anak kesayangannyaatau
ketika disuruh berangkat dengan meninggalkan anak-istri di padang
pasir yang tandus. Namun Allah memberi teladan yang harus kita tiru,
yakni keluarga yang ditinggalkan oleh para pejuang harus kita jaga.
Psikologi
Silahkan baca buku : Nuansa-nuansa Psikologi
Islam karya Abdul Mujib M.Ag & Jusuf Mudzakir, M. Si. *
ALQUR’AN Ilmu Kedokteran jiwa dan Kesehatan Jiwa karya Prof. Dr.
dr. H. Dadang hawari, Psikiater, * dll
Iptek
Banyak ayat Al-Qur’an yang mengharuskan
seseorang untuk menggunakan akal dan pendengarannya sebagai media
untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Telah terbit banyak buku dan VCD
tentang Al-Qur’an sebagai sumber Ilmu pengetahuan; tentu saja Al-Qur’an
bukan kitab ilmu pengetahuan. Namun di dalam
sejumlah ayatnya terdapat banyak
fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat ringkas dan mendalam yang
baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke dua puluh. Fakta-fakta
ini belum dapat diketahui semasa Al-Qur’an diwahyukan dan ini
semakin membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah. Di masa
lalu, para Ilmuwan Muslim seperti
Avecina,
Al-Khawarijmi, dan
lain-lain adalah orang-orang terdepan dalam pengembangan Iptek.
Banyak peninggalan hasil karya dari para Ilmuwan Muslim yang sangat
mengagumkan. Sekarang, orang-orang Islam meninggalkan ajaran
Agamanya, maka mereka pun menjadi kaum yang tertinggal. Untuk
menumbuhkan keimanan melalui bukti-bukti Sains, silahkan baca
buku-buku dan tonton VCD karya Harun
Yahya (www.hyahya.org)113.
Baca juga : Al-Quran dan Embriologi karya
Muhammad Izuddin Taufiq *
Bukti Kebenaran Al-Qur’an karya Abdullah Al-Rehaili *
Pemerintahan Tuhan “Perjalanan sains Menjelajah Al-Qur’an” karya
Arifin Muftie,
Pengantar Dr. Moedji Raharto * Al-Qur’an ‘ilmu pengetahuan
dan teknologi’ karya
Prof. Ahmad Baiquni M. S.c, Ph.D
* dll.
Dunia Barat mengklaim bahwa kemajuan ilmu
pengetahuan yang telah diraih selama berabad-abad merupakan akibat
langsung dari terpisahnya agama dari kehidupan praktis manusia
dengan konsep pemisahan antara gereja dengan negara. Sepanjang
sejarah Eropa, kekuatan gereja telah banyak menindas dan
memperlakukan rakyat dengan semena-mena, sehingga tidak ada sedikit
pun kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan yang berhasil diraih.
Oleh karena itu, agama dianggap tidak praktis, tidak fleksibel, dan
penuh dengan pertentangan sehingga dipandang sebagai penghambat
perkembangan dan kemajuan manusia. Namun, hal ini berbeda dengan
kenyataan yang dialami oleh umat Islam terdahulu. Sejarah mencatat
bahwa mereka telah mengukir zaman keemasannya dengan terang dan
gemilang. Pada abad ke-10, kemajuan sains dan teknologi serta
peradaban telah mencapai puncak kemajuan dan perkembangannya. Pada
abad itu pusatpusat perkembangan sains telah muncul di berbagai
tempat. Ada tiga tempat yang dapat memicu perkembangan sains yang
sangat gemilang, yaitu Timur Tengah Mesir, Pantai Utara Afrika, dan
Andalusia. Saat itu dunia Islam memiliki gaya hidup khas yang lebih
superior daripada dunia Barat. Baghdad, ibu kota Khilafah Abbasiyah
ketika itu merupakan kota terbesar dan merupakan kosmopolitan yang
menjadi perantara antara dunia Mediterania dan Hindu-Cina di Timur.
Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa
pemerintahan Islam tersebut antara lain karena adanya definisi yang
jelas tentang ilmu pengetahuan (science). Islam membedakan dua
wilayah bahasan yang berkaitan dengan pengetahuan. Wilayah pertama
berkaitan dengan urusan-urusan kemanusiaan yang mencakup politik,
sosial, ekonomi, hukum, peribadahan, dan lainnya. Wilayah kedua
berkaitan dengan ilmu pengetahuan murni. Pada wilayah pertama,
pengetahuan harus bersumber dari wahyu (kitab suci Allah). Wahyu
menyuruh dan memerintahkan seluruh umat Islam untuk mengembalikan
seluruh persoalan hanya kepada Allah (Al-Qur’an). Ada pun wilayah
kedua bersifat terbuka, yaitu yang berkaitan dengan ilmu murni (pure
science), yang dihasilkan dari hasil olah pemikiran dan pemahaman
manusia terhadap alam semesta. Ilmu pengetahuan ini tidak berkaitan
dengan pandangan hidup seseorang, baik kapitalisme, Budhaisme,
Kristianisme, maupun Islamisme. Dengan pembagian dan definisi
tersebut, umat Islam pada masa pemerintahannya di masa silam
mampu meraih kemajuan dalam semua bidang ilmu
pengetahuan yang ada masa itu, bahkan mampu menjadi pionir dalam
mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan yang baru.
note
|
113. Download gratis buku-buku karya Harun
Yahya berbahasa Indonesia, VCD, e-book, dan lain-lain di
www.pakdenono.com
|
|
|
|