| |
|
Politik
Islam pun
mengajarkan kepada kita Ilmu politik. Silahkan baca buku-buku
tentang politik Islam.
Ilmu
komunikasi
Nabi Muhammad merupakan Komunikator sekaligus
Komunikan yang baik. Dianjurkan meninggalkan perdebatan walaupun
benar. Perhatikan cara Nabi berkomunikasi dengan membedakan antara
berkomunikasi dengan Para sahabat dan berkomunikasi dengan orang
Arab badui. Bahkan Al-Qur’an pun mengajarkan kepada kita Etika
berkomunikasi.
Asy-Saukani mengartikan
Qaulan tsaqilan sebagai perkataan
sederhana dan berbobot atau bernilai. Konteks ayat 5 surat al-Muzammil
ini adalah kata-kata yang diungkapkan oleh Nabi Muhammad SAW.
di luar wahyu, keberadaannya sangat simpel, bernilai, dan berbobot.
Hubungannya dengan komunikasi adalah, komunikator dalam menyampaikan
pesan hendaknya singkat, tepat, sederhana dan mudah dimengerti namun
berbobot dan penuh makna. Dalam teori ilmu pengetahuan, hal ini
disebut dengan berpikir ilmiah, logis, sistematis, dan mampu
berpikir secara konseptual, tidak berbelit-belit, sulit dipahami dan
dicerna. Qaulan tsaqilan dalam konteks pengertian ini lebih tepat
digunakan untuk menghadapi orang-orang cerdik pandai yang selalu
menggunakan argumentasi ilmiah. Operasionalnya dapat diterapkan
dalam seminar, simposium, diskusi ilmiah, dan sebagainya.
Management
Dalam ajaran Islam pun terdapat Ilmu
Management, terutama bagaimana mengatur kehidupan di dunia ini agar
kelak di Akhirat memperoleh kesuksesan yang hakiki. Bagaimana
memanfaatkan waktu sebaik-baiknya sampai Allah pun bersumpah demi
waktu. Jika para Pelajar, entrepreneur, dan semua orang memanfaatkan
waktunya sebaik mungkin dalam menggapai cita-cita, niscaya
kesuksesan dapat dicapai dalam waktu sesingkat-singkatnya. Ajaran
Islam adalah suatu metode untuk meraih kesuksesan di dunia dan di
Akhirat. Maka cara untuk mengejar kesuksesan di Akhirat yang besar
akan lebih berhasil jika diterapkan untuk mengejar kesuksesan di
dunia yang sangat kecil. Demikian pula dengan konsep bertaubat. Jika
Anda sadar bahwa Anda telah menyimpang dari usaha menggapai
cita-cita, seperti malas bekerja, menghambur-hamburkan uang tanpa
arti, mensia-siakan waktu, segeralah kembali (taba) pada apa yang
dapat mempercepat pencapaian cita-cita Anda. Sering-seringlah
bertaubat - bila perlu 70 kali dalam satu hari - sampai cita-cita
Anda tercapai. Silahkan baca juga buku berjudul kiat praktis
Manajemen waktu, Menjadi Muslim Prestatif, dan buku-buku karya
Aa Gym
lainnya.
Mnemonik
Mnemonik adalah teknik pemacu Ingatan.
Perhatikan metode pembelajaran yang diajarkan oleh Islam, terdapat
banyak sekali teknik mnemonik. Ketika kita membaca Al-qur’an
berulang-ulang dan sholat minimal lima waktu sehari atau dzikir
sebanyak-banyaknya, seperti salah satu teknik mnemonik yang ditulis
oleh Eric Jensen dan Karen Markowitz
dalam buku berjudul Otak sejuta Gigabyte,
“semakin sering Anda mengamati, mendengar, dan memikirkan sesuatu,
akan semakin dalam ingatan tersebut tertanam”. Perhatikan pula
bagaimana cara para Sahabat belajar Ilmu dari Rosululloh seperti
Sikap atau keyakinan positif, pengamatan yang cermat, berupaya untuk
aktif, melibatkan emosi - sampai-sampai Akhirat seolah-olah di
pelupuk mata ketika Nabi bercerita tentang Akhirat - dan teknik
mnemonik lainnya.
Konseling
Silahkan baca buku berjudul Konseling Terapi
karya Dr. Musfir
bin Sa’id Az-Zahrani
Memberdayakan SDM
Pelajari bagaimana cara Rosul memberdayakan -sesuai
potensi- Sahabat-sahabatnya. Ada yang diberdayakan sebagai pendidik,
panglima perang, dan lain-lain.
Sosiologi
Ajaran Islam mencakup Sosiologi. Bagaimana
cara bermasyarakat, bertetangga, adab dan sopan-santun, dan
informasi tentang berbagai jenis masyarakat mulai dari masyarakat
ahli ibadah, masyarakat materialis, masyarakat yang durhaka, sampai
kepada masyarakat Homoseks. Untuk mengetahui gaya hidup masyarakat
jahiliyah, perhatikanlah setiap hal yang berhubungan dengan
informasi tentang orang-orang jahiliyah. Mabuk, judi, seks bebas,
wanita dihina, kriminalitas, dan sebagainya. Jahiliyah artinya
kebodohan, perilaku masyarakat jahiliyah adalah perilaku yang
merusak diri sendiri, orang lain, dan lingkungan hidup.
Memasuki pergaulan dunia yang semakin global,
ajaran Islam yang terbuka tidak akan ditinggalkan begitu saja.
Bahkan, sebaliknya sifat Islam yang universal menjadikan nilai-nilai
Islam dapat diterima dalam budaya mana saja. Hal ini berarti
nilai-nilai Islamilah yang akan tetap eksis pada masa globalisasi
dibandingkan nilainilai budaya tradisional dan lokal.
Leadership
Kepemimpinan dapat kita pelajari dari seorang
pemimpin yang sukses di segala bidang, yaitu Rosul. Rosul adalah
pemimpin sukses dalam berumah tangga, pemimpin yang sukses dalam
berbisnis, dan yang paling penting adalah pemimpin yang sukses dalam
memimpin diri sendiri. Rosul memerintahkan umatnya agar beribadah
sekaligus menjadi orang yang paling terdepan dalam hal Ibadah. Rosul
menyuruh berjihad dan beliau pun terjun langsung ke medan jihad.
Sedangkan kita adalah pemimpin yang jika sukses memimpin perusahaan,
memimpin umat, dan lain sebagainya, kadang-kadang tugas sebagai
pemimpin rumah tangga berantakan.
Tidak ada suatu kebaikan pun, melainkan telah
ditunjukkan dan diperintahkan oleh Islam. Dan tidak ada suatu
kejelekan pun, melainkan telah diperingatkan oleh Islam agar
dihindari. Semuanya demi kebaikan umat manusia dan indahnya tatanan
alam semesta. Segala yang diajarkan oleh Allah dan Rosulnya adalah
bagian dari Islam Therapy.
Jenal Abidin
dalam Proposal tesis Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Agama
Islam Negeri Cirebon 2007 dengan judul : Terapi Korban Narkoba
Melalui Program Islam Therapy, menulis : "Islam lahir membawa
seperangkat peraturan yang mengatur kehidupan umat manusia.
Peraturan-peraturan tersebut bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah
sebagai pusaka yang diwariskan Nabi Muhammad SAW. agar dipedomani
manusia, sehingga meraih kemaslahatan hidup dan kebahagiaan lahir
batin juga dunia-akhirat. Hukum-hukum yang termuat dalam peraturan
tersebut pada hakekatnya memiliki lima tujuan, yaitu menjaga agama (hifdzu
dien), menjaga jiwa (hifdzu nafs), menjaga akal (hifdzu aql),
menjaga harta (hifdzu mal), dan menjaga keturunan (hifdzu nasl).
Pelanggaran terhadap peraturan-peraturan yang ada dalam Islam akan
membuat penodaan terhadap agama, merusak jiwa, akal, harta dan
keturunan. salah satu diantara sekian banyak pelanggaran yang
dilakukan manusia adalah penyalahgunaan narkoba. penyalahgunaan
narkoba tidak hanya menjadi masalah lokal maupun nasional, tetapi
sekarang menjadi masalah global (mendunia). karena itu tanggung
jawab penanggulangannya harus menjadi tanggung jawab internasional"
Program Islam Therapy merupakan Program
Komprehensif Internasional untuk menangani masalah penyalahgunaan
narkoba, HIV/AIDS, dan Psikopatologi yang sedang menjadi ancaman
Global. Program Islam Therapy disusun dari berbagai program Islami
di seluruh dunia sekaligus sebagai penghubung antar program, dengan
mengingat bahwa Islam adalah agama Universal. Program Islam Therapy
merupakan suatu upaya mencampurkan (mixing) program-program Islami
di seluruh dunia untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan,
mengobati, dan menjaga umat manusia dari segala hal yang akan
merusak kesehatan fisik, mental dan lingkungan hidup serta antar
program disusun agar saling terkait dan saling menguatkan. Untuk
menumbuhkan keimanan melalui bukti-bukti sains, Islam Therapy
mendukung program Harun Yahya (Turki). Sub Program “Jangan
Bersedih, Kembalilah ke Agama” merupakan pengembangan buku berjudul
LA TAHZAN (JANGAN BERSEDIH!) karya DR. Aidh al-Qarni (Saudi
Arabia), Sedangkan perubahan perilaku dan gaya hidup adalah dengan
cara I’tikaf yang diadopsi dari Khuruj Fi Sabilillah (India). Di
negeri kita sendiri, banyak program-program Islami dengan beragam
tujuan yang harus kita dukung seperti ESQ (Ary Ginanjar),
metode Prof. Dadang Hawari (Prof.
Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater), Metode Inabah (Pon-Pes
Suryalaya) pelatihan shalat Khusyu (Abu
Sangkan), MQ (Aa Gym), Mukjizat Gerakan Shalat /Senam
ergonomik (dr. Sagiran, M.kes & Drs.
Madyo Wratsongko), dan lain-lain.
Program Islam Therapy ada yang sedang berjalan apa adanya dan
beberapa diantaranya masih dalam tahap rencana. Tentunya hanya akan
berjalan sesuai harapan jika didukung oleh semua pihak. Tujuan utama
dari program Islam Therapy adalah mengenalkan seluruh manusia kepada
Allah.
Indonesia adalah negara Islam terbesar di
dunia. Kita harus memiliki modalitas terapi berbasis Islam yang akan
kita perkenalkan ke seluruh dunia terutama negara-negara Islam
karena masalah penyalahgunaan Narkoba, HIV/AIDS, dan Psikopatologi
merupakan bencana Global. Agama Islam telah mengajarkan kepada kita
Therapeutic Community (TC), Family and Couple Support, Harm
Reduction, Demand Reduction, Sock Therapy, 12 Steps, Konseling,
Chatarsis, Modeling, Prevention, Terapeutik, Relapse Prevention
(After Care), Gaya Hidup Sehat, Self Help Group, dan lain-lain
dengan melibatkan seluruh ilmu kesehatan Fisik, Mental dan kesehatan
lingkungan hidup, baik ilmu kesehatan Timur maupun ilmu kesehatan
Barat, berdasarkan Firman Allah SWT,
”Dan Kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat, maka
Ke mana pun kamu menghadap, di situlah wajah Allah. Sesungguhnya
Allah Mahaluas (rahmatnya) lagi Maha Mengetahui”
(Al-Qur’an, 2 : 115)
Melalui Islam Therapy, saya pun mengajak
kepada seluruh pakar dan pekerja sosial di berbagai bidang yang
memiliki program berbasis Islam untuk bersatu dan membentuk suatu
lembaga khusus pengembangan program serta menyatukan visi dan misi.
Kita akan saling memperkuat program masing-masing dan saling
mendukung.
Masalah kehancuran fisik dan mental manusia
adalah masalah yang harus kita selesaikan bersama. Para agamawan
akan kesulitan menyeru orang dengan gangguan mental kepada agama.
Para motivator sulit memotivasi orang dengan gangguan mental dan
orang-orang yang mengidap gangguan mental-lah yang menghalangi
kesuksesan orang yang telah termotivasi. Para guru sulit mendidik
murid dengan gangguan mental. Sebuah keluarga kebahagiaannya
terganggu jika salah satu anggotanya mengidap gangguan mental. Dan
seterusnya.
|
|
|