countreg.com
ISLAMIC MEDIA
[ http://islamic.xtgem.com ]



 

 

1) Jangan Bersedih, Kembalilah ke Agama

 

Merupakan suatu program inovasi dengan mengembangkan nasihat-nasihat dari sebuah buku berjudul LA TAHZAN (JANGAN BERSEDIH!) karya DR. Aidh Al-Qarni. Sub-Program seperti ini juga akan diberlakukan pada setiap karya tulis segenap Kaum Muslimin -dari zaman dulu sampai sekarang- yang sesuai dengan visi dan misi Islam Therapy. setidaknya karya tulis mereka akan dibaca oleh peserta program Islam Therapy yang sedang belajar Bayan (ceramah) ketika I'tikaf.

 

2) Islam Therapy On The Screen

 

Adalah acara pemutaran Film-film Sains Islami, bahaya penyalahgunaan Narkoba, HIV/AIDS, bahaya kecelakaan lalu-lintas, dan lain sebagainya di pusat-pusat nongkrong anak muda, di sekolah-sekolah dan dari Desa ke desa sebagai upaya penyuluhan dan preventif sekaligus menumbuhkan keimanan melalui bukti-bukti sains. sulit mengajak masyarakat untuk menjadikan Islam sebagai modalitas terapi sedangkan masyarakat tersebut memiliki keimanan yang lemah. Oleh sebab itu, kita tumbuhkan dulu keimanan masyarakat sebelum berbicara pentingnya Agama sebagai suatu solusi terbaik untuk menyelesaikan seluruh masalah. Sulit bagi Kita mengajak orang yang tidak beriman kepada Agama terutama apabila langsung mengajak kepada pengamalan agama secara sempurna. Islam Therapy secara bertahap mengajak masyarakat untuk memasuki Islam yang sempurna sebagai pilihan hati, bukan karena keturunan, ikut-ikutan, apalagi paksaan114.

 

3) Pemulihan Fisik dan Mental

 

Melalui Terapi Iman dan amal Shalih, Al-Hijamah (Bekam), Ruqyah Syar’iyyah (Healing Words) + Air Heksagonal, Madu serta obat-obatan dan Suplemen alami pilihan, Akupressur Kombinasi, dan Gurah mata. Segala metode pengobatan fisik dan mental selama tidak bertentangan dengan al-Qur’an dan Hadist diterapkan dan disesuaikan dengan individu (Pien Ceng Luen Ce) peserta program Islam Therapy. Banyak orang  memahami ilmu kesehatan secara terpisah dan tidak saling mengaitkan, padahal semuanya berjalan di atas jalan kebaikan yang menuntut adanya sikap saling mengisi. Apabila ingin mengikuti program pemulihan Islami yang digabungkan dengan Medis Modern, silahkan mengikuti program pemulihan dengan metode Prof. H. Dadang Hawari (www.dadang-hawari.org).

Terapi, habilitasi dan rehabilitasi merupakan suatu proses yang berkesinambungan. Pendekatan yang bersifat holistik mengharuskan untuk memperhatikan aspek organobiologik, psikoedukatif, dan sosiokultural. Gangguan penggunaan narkoba pada umumnya bukan merupakan suatu gangguan jiwa yang berdiri sendiri, tetapi seringkali merupakan manifestasi dari gangguan jiwa lain seperti adanya gangguan kepribadian, gangguan neurotik, gangguan penyesuaian, bahkan gangguan skizofrenia. Setelah keadaan intoksikasi zat dan keadaan putus zat diatasi, maka perlu dilanjutkan dengan terapi gangguan jiwa lain yang terdapat bersama-sama dengangangguan mental dan perilaku akibat penggunaan narkoba. Habilitasi terutama ditujukan untuk stabilisasi mental dan emosi peserta program sehingga gangguan jiwa yang sering mendasarinya dapat dihilangkan atau diatasi. Dengan demikian diharapkan peserta program dapat hidup dengan kemampuan penyesuaian diri yang cukup baik terhadap lingkungan sosialnya. Rehabilitasi bertujuan agar peserta program dapat melanjutkan pendidikan sesuai dengan kemampuannya atau bekerja lagi sesuai dengan bakat dan minatnya, dapat hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga maupun masyarakat umumnya. Rehabilitasi juga mempunyai tujuan agar peserta program dapat mengkhayati agamanya dan hidup sesuai dengan ajaran agamanya.

Islam Therapy mempersilahkan kepada para pakar kesehatan dari berbagai bidang ilmu kesehatan dan Lembaga Kedokteran Islam seperti FOKI untuk bekerjasama melakukan penelitian ulang seluruh ilmu kesehatan dan mengeluarkan fatwa mana petunjuk kesehatan yang sesuai dengan ajaran Islam dan mana yang tidak.

 

PROFIL FOKI

 

FORUM KEDOKTERAN ISLAM INDONESIA,
disingkat FOKI, yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai INDONESIAN FORUM FOR ISLAMIC MEDICINE

 

FOKI merupakan kelanjutan dari FOKKI (FORUM KAJIAN KEDOKTERAN ISLAM) yang didirikan tanggal 15 Desember 1995 bertepatan dengan tanggal 22 Rajab 1416 H untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya.

 

ASAS DAN AKIDAH :
FOKI ini berasaskan Pancasila dan berakidah Islamiyah.

 

SIFAT :
FOKI merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bersifat sosial, nirlaba dan non-politis. Dalam kegiatannya FOKI dapat bekerjasama dengan lembaga sejenis, perguruan tinggi, perhimpunan profesi, dan lembagalembaga lainnya, baik di dalam maupun di luar negri sejauh tidak bertentangan dengan Pedoman Kerja FOKI.

 

TUJUAN :
FOKI ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan tentang kedokteran dan kesehatan ditinjau dari perspektif Islam, meningkatkan kualitas pendidikan, penguasaan iptek kedokteran, penelitian dan pengabdian/pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang sesuai dengan ajaran Islam, sedemikian rupasehingga mampu membawa masyarakat menjadi lebih taqwa kepada Allah swt, serta kehidupan yang berbahagia dunia dan akhirat yang diridhoi-Nya.

 

Untuk mewujudkan tujuannya, FOKI melakukan kegiatan :

  1. Pengkajian dan penelitian masalah-masalah kedokteran dan kesehatan ditinjau dari ajaran Islam, normanormanya, nilai maupun etika.

  2. Membakukan dan menyebarluaskan hasil kajian dan penelitian di bidang kedokteran Islam kepada umat Islam dan pihak-pihak yang terkait, maupun yang berminat baik dalam maupun luar negeri.

  3. Menyempurnakan, membakukan dan menyebarluaskan materi pendidikan keislaman bagi mahasiswa kedokteran dan kesehatan pada semua jenis dan jenjang pendidikan.

  4. Bekerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan rumah sakit pendidikan.

  5. Bekerjasama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada umumnya.

  6. Bekerjasama membangun jaringan silaturrahim pada tingkat nasional maupun global di bidang kedokteran untuk mempercepat peningkatan dan penyetaraan kualitas dunia kedokteran Islam Indonesia pada percaturan global.

  7. Meningkatkan kerjasama antar pengkaji dan peneliti di bidang kedokteran dan kesehatan Islam sehingga tercipta ukhuwah Islamiyah yang dinamis untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

  8. Bekerjasama dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan dalam situasi khusus yang sangat diperlukan masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri.

  9. Menggalakkan saling tukar menukar informasi di bidang kedokteran dan kesehatan Islam baik dalam maupun luar negeri.

  10. Memberikan masukan kepada Majlis Fatwa – Majlis Fatwa baik dalam maupun luar negeri agar dapat dihasilkan fatwa yang benar dari aspek ilmu kedokteran, sehingga dapat menjadi pegangan yang kuat bagi umat Islam dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang diridhoi-Nya.

PROGRAM KERJA KEPENGURUSAN FOKI PERIODE 2002-2005

  1. Melakukan kegiatan berupa seminar dan sebagainya untuk mengkaji dan meneliti masalah-masalah kedokteran dan kesehatan ditinjau dari ajaran Islam, norma-normanya, nilai maupun etika. Kegiatan tersebut dilakukan 1 tahun sekali dengan tempat bergilir di antara Fakultas kedokteran anggota FOKI, terjadwal :

1. UISU Medan, tahun 2003.

2. UMI Makassar, tahun 2004.

3. UII Yogyakarta, tahun 2005.

  1. Menyelenggarakan lokakarya untuk menyempurnakan, membakukan dan menyebarluaskan materi pendidikan keislaman bagi mahasiswa kedokteran dan kesehatan pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Lokakarya diselenggarakan secara bertahap, dilakukan minimal 1 tahun sekali dengan penanggung jawab Fakultas Kedokteran Unissula Semarang.

  2. Menyelenggarakan staff exchange, problem base learning, penelitian, data base tenaga pengajar dan quality assurance, untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan rumah sakit pendidikan. Sebagai penanggung jawab kegiatan quality assurance : Fakultas Kedokteran YARSI Jakarta.

  3. Bekerjasama untuk mengembangkan model kepaniteraan klinik.

  4. Meningkatkan kerja sama dengan membangun jaringan silaturrahim pada tingkat nasional maupun global di bidang kedokteran untuk mempercepat peningkatan dan penyetaraan kualitas dunia kedokteran Islam Indonesia pada percaturan global.

  5. Meningkatkan kerjasama antar pengkaji dan peneliti di bidang kedokteran dan kesehatan Islam sehingga tercipta ukhuwah Islamiyah yang dinamis untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

  6. Bekerjasama dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan dalam situasi khusus yang sangat diperlukan masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri dengan membentuk task force.

  7. Membangun digital Labrary untuk saling tukar menukar informasi di bidang kedokteran dan kesehatan Islam baik dalam maupun luar negeri.

  8. Membentuk tim khusus sewaktu-waktu diperlukan untuk memberikan masukan kepada Majlis Fatwa – Majlis Fatwa baik dalam maupun luar negeri agar dapat dihasilkan fatwa yang benar dari aspek ilmu kedokteran, sehingga dapat menjadi pegangan yang kuat bagi umat Islam dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang diridhoi-Nya.

  9. Mengembangkan program-program kemahasiswaan Islam baik nasional maupun internasional khususnya International Islamic Medical Student Camp dan Islamic Medical Student Association. (hasil pencarian informasi yang berhubungan dengan Islam Therapy melalui internet)

 

note

 

114. Dampak buruk media elektronik bagi kesehatan fisik & mental menjadi bahan pertimbangan diteruskan tidaknya program ini. Jangan sampai terjebak oleh tipuan iblis yang membuat manusia merasa sedang berjuang untuk agama atau sedang memperbaiki padahal sedang merusak; menyadarkan kita bahwa kita harus secepatnya bersatu untuk menciptakan suatu sistem gabungan agar masing-masing program kita menjadi suatu sistem yang saling memperbaiki dan inilah suatu pelajaran berharga bagi kita semua bahwa jangan pernah merasa diri kita, program kita, atau jemaah kitalah yang terbaik. Di dunia ini tidak ada yang sempurna dan mustahil kita menang melawan tipuan iblis. Stop membid’ah-bid’ahkan orang lain, memandang remeh kelompok lain, menganggap jemaahnya sebagai golongan terbaik, mengkritik dan membuka aib sesama muslim kepada publik seolah-olah tidak ada kebaikan sedikit pun pada orang lain. Bisa jadi program ini dapat membuat masyarakat berbondong-bondong kembali ke agama tetapi sepertinya akan disertai kerusakan hati.

 

Bagian dari tulisan Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilali ketika menjelaskan makna Hadist dari Hudzaifah, “Sesungguhnya racun yang meluruhkan kekuatan kaum muslimin dan melemahkan gerakannya serta merenggut barakahnya bukanlah senjata dan pedang kaum kafir yang bersatu untuk membuat makar terhadap Islam, para pemeluknya dan negeri-negerinya. Akan tetapi adalah racun (mungkin di antaranya narkoba dan zat-zat kimia berbahaya dalam makanan- peny) yang sangat keji yang mengalir dalam jasad kaum muslimin yang disebut oleh Rasulullah sebagai "Dakhanun". Ibnu Hajar dalam Fathul Bari XIII/36 mengartikannya dengan "hiqd (kedengkian), atau daghal (penghianatan dan makar), atau fasadul qalb (kerusakan hati). Semua itu mengisyaratkan bahwa kebaikan yang datang setelah keburukan tersebut tidak murni, akan tetapi keruh. Dan Imam Nawawi dalam syarh Shahih Muslim XII/236-237, mengutip perkataan Abu 'Ubaid yang menyatakan bahwa arti dakhanun adalah seperti yang disebut dalam hadits lain.

 

"Tidak kembalinya hati pada fungsi aslinya" [HR. Abu Dawud no. 4247].

 

Sedangkan makna aslinya adalah apabila warna kulit binatang itu keruh/suram. Maka seakan-akan mengisyaratkan bahwa hati mereka tidak bening dan tidak mampu membersihkan antara yang satu dengan yang lain. Kemudian berkata Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah XV/15 : Bahwa sabda beliau :"Dan didalamnya ada Dakhanun, yakni tidak ada kebaikan murni, akan tetapi didalamnya ada kekeruhan dan kegelapan ".Adapun Al 'Adzimul Abadi dalam ' Aunil Ma'bud XI/316 menukil perkataan Al-Qari yang berkata : "Asal kata dakhanun adalah kadurah (kekeruhan) dan warna yang mendekati hitam. Maka hal ini mengisyaratkan bahwa kebaikan tersebut tercemar oleh kerusakan (fasad)".
 

Penyusun mengajukan hipotesis bahwa dampak buruk televisi dan musik mungkin hanya bisa diatasi dengan pengamalan agama untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta berusaha menghindari makanan dan minuman yang mengandung zat-zat yang dapat merusak otak dan organ tubuh lainnya. Ada rencana untuk membagi peserta Program Islam Therapy ketika menuntut ilmu ke dalam tiga kelompok. Media elektronik untuk kelompok pemula, buku dengan metode Ta’lim Wa Ta’lum untuk kelompok kedua, dan kelompok ketiga hanya Al-Qur’an dan Sunnah.
 



 
 

konversi html, navigasi & kompilasi chm oleh:
 
www.pakdenono.com

Best site builder
Create wapsite