| |
|
P. Utomo (Eksekutif Usaha Penerbitan).
Saya mulai puasa awal 1990-an. Mula-mula coba-coba saja, karena kata
orang puasa senin kamis itu bisa menyehatkan. Kebetulan saya memang
dianugerahi badan yang sering meriang. Hampir setiap bulan selalu
ada dua-tiga hari yang saya lewati dengan badan meriang. Memang
tidak berat, tapi cukup mengganggu. Pada awalnya, berat juga puasa
senin kamis itu. Bayangkan, ketika kita sedang lapar dan haus, di
sebelah kita orang-orang makan begitu enaknya, karena memang bukan
bulan puasa. Tapi lama-lama menjadi terbiasa. Godaan makan enak
sudah tidak lagi mempan. Dan Alhamdulillah, sejak puasa senin kamis
itu rutin saya lakukan, badan saya berangsur-angsur sehat. Saat ini
jarang sekali saya merasakan meriang seperti awal 90-an itu. Kalau
pun meriang, mungkin dalam satu tahun Cuma sekali, paling dua kali.
Selain itu, tingkat kesabaran juga naik berlipat-lipat. Dalam
menyikapi masalah yang butuh kesabaran ekstra, sering kali saya bisa
mengatasi dengan begitu baik. Begitu pula dalam memecahkan masalah
berat, terkadang bisa begitu saja terpecahkan. Sudah belasan tahun
saya menjalani puasa senin kamis. Memang tidak selalu puasa terus
menerus, karena terkadang ada saja halangan untuk tidak berpuasa,
tetapi bisa dikatakan relatif rutin. Lantaran sudah cukup lama itu,
rasanya sekarang sudah menjadi semacam “wajib”. Artinya, kalau
sekali waktu terpaksa tidak berpuasa, rasanya ada yang salah, ada
yang kurang, sebagaimana kalau suatu kali kita benar-benar tidak
bisa melaksanakan shalat wajib.
Dr. Al-Ahmady Abu An-Nur dalam bukunya
yang berjudul Tips Penawar Narkoba, menulis : Saya yakin sepenuhnya,
bahwa bulan puasa adalah penyembuhan mental untuk pengobatan
orang-orang yang terbiasa merokok, para pecandu narkoba dan miras.
fakta-fakta ilmiah membuktikan, bahwa seseorang yang terbiasa dengan
sesuatu atau ketagihan sesuatu, jika keinginannya betul-betul murni
dan meningkat kepercayaan dirinya, maka ia mampu keluar dari
kebiasaan-kebiasaan yang ingin ia tinggalkan tersebut. cara seperti
itu lebih efektif daripada ia dilarang dari kebiasaaan tersebut
secara gradual. jadi, keinginan yang kuat adalah obat, terutama jika
keinginan tersebut bersifat kolektif di mana sebagian dari mereka
membantu sebagian yang lain, dan keinginan tersebut bermuara pada
akidah, serta keinginan tersebut mempunyai benteng materi dan
benteng spiritual. bulan Ramadhan di mana semua kaum muslimin
menjalankan kewajiban mereka pada saat yang sama dengan keinginan
yang sama, dengan pengawasan pribadi yang sama, dengan kebahagiaan
yang sama ketika berbuka puasa, janji kebahagiaan yang lain yaitu
pada saat pertemuan dengan Allah; dengan kondisi seperti di atas
pasti orang yang mempunyai keinginan yang benar dapat berhenti total
dari merokok, dan berhenti secara otomatis dari ketagihan narkoba.
Puasa itu memompa keinginan sehingga mampu mengalahkan dan membuat
seseorang mampu melihat kebiasaan-kebiasaan yang buruk kemudian
mengalahkannya. Puasa melahirkan kesabaran, sedang kesabaran
meningkatkan potensi keinginan, dan membantu mengembalikan akomodasi
sel-sel manusia. Jika sel-sel tersebut telah normal, maka membaik
pula kesehatan tubuh dan kesehatan mental seseorang. Dari hasil
pengobatan terhadap para perokok dan pecandu narkoba membuktikan,
bahwa jika mereka dilarang merokok dan dilarang ketagihan narkoba
dengan paksa dan keras, maka mereka akan menggunakan berbagai trik.
Namun jika mereka dilarang dari kebiasaan mereka tersebut berangkat
dari keinginan mereka sendiri, maka jiwa mereka merasa damai, dan
proses penyembuhan mereka berjalan sukses.
Silahkan baca juga : Puasa sebagai Terapi,
karya Djayadi M. T. * Kehebatan Puasa Senin-Kamis ’Menyehatkan Jiwa-Raga,
Mencerdaskan dan memudahkan Ragam Urusan’, karya Imam Bukhori *
Mukjizat puasa “Resep Illahi agar sehat jasmani – ruhani”, karya
Yusuf Qardhawi * dll.
Terapi Salat Tahajud
Anda mempunyai penyakit yang sulit disembuhkan,
lupakan obat, lakukan Sholat Tahajud. Sebagaimana terungkap dalam
buku “Terapi Salat Tahajud” karya Dr. Moh Sholeh, terbukti secara
akademis dan medis, sholat Tahajud mampu meningkatkan kekebalan
tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit dengan izin Allah SWT.
Salat Tahajud yang dijalankan dengan penuh
kesungguhan, khusyuk, tepat, ikhlas, dan kontinu diduga dapat
menumbuhkan persepsi dan motivasi positif dan mengefektifkan coping.
Dan, respons emosi positif (Positive thinking), dapat menghindarkan
reaksi stress .
Dr. Agustini, SpPK (Dokter dan dosen
fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang) : “Setelah
mendapatkan pelatihan salat tahajud secara benar dari pak Sholeh,
Alhamdulillah penyakit saya hilang dan saya tidak lagi tergantung
pada obat”.
Dr. Quraish Shihab (Ulama) mengakui
bila waktu yang paling ia sukai untuk menuntaskan karya-karya
tulisnya adalah waktu sebelum shubuh dan kemudian dilanjutkan
sejenak setelah shalat Shubuh. Tentu saja, setelah ia mengerjakan
shalat tahajudnya. “itu waktu yang paling saya sukai karena selain
tenang dan sepi, ada kesegaran yang tak kita peroleh bila dikerjakan
siang hari”, ujarnya.
Ny Hartati (Wiraswasta) pemilik dan
disainer dari Visi Furniture, Yogyakarta ini selalu mendesain
berbagai produk perabot rumah tangga seperti meja, kursi, bufet,
almari, tempat tidur, hiasan dinding, gebyok, lampu, pot bunga,
antara pukul 03.00 – 04.00 WIB selepas tahajud. Dalam satu jam
tersebut ia dapat membuat sekitar 10 desain yang selalu berbeda
dengan desain yang sudah ada sebelumnya. Desain ekslusif yang hampir
semuanya dibuat setelah sholat tahajud itu banyak disukai oleh
konsumen, baik asing maupun Indonesia sendiri. “Saya selalu membuat
desain ekslusif dengan menonjolkan motif asli Indonesia, seperti
Jawa, Bali, Lombok, dan lain-lain. Dan, ini ternyata disukai oleh
orang asing maupun orang Indonesia sendiri”, ungkap Tatik. Uniknya,
walaupun ruang pamernya tidak berada di tengah kota Yogyakarta,
melainkan di Dusun Mudal, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik,
Kabupaten Sleman, Yogyakarta, kebanyakan konsumen berasal dari luar
kota dan dari Jakarta. Sekitar 80 persen produk untuk konsumen lokal
dan sisanya diekspor.
Andi Utama (Karyawan Swasta). Menurut
pengakuannya, sholat tahajud sangat kuat dalam mendorong pencapaian
keinginan. Dulu, ketika mau masuk Universitas negeri di mana
persaingan ketat, selain belajar keras dia juga tak lupa selalu
tahajud tiap malam. Ketika tes penerimaan tiba, dia merasa tenang
dalam mengerjakan soal dengan tenang dan merasa yakin bisa
mengerjakan, sekaligus merasa yakin juga akan diterima. Sebulan
kemudian, ternyata keinginan masuk Universitas ternama itu terkabul.
“Saya yakin itu salah satunya karena saya rajin Sholat tahajud”.
Pengalaman tersebut terulang ketika setelah lulus kuliah dan
kemudian mencari pekerjaan. Ketika mencari pekerjaan ratusan surat
lamaran dikirim, bersamaan dengan itu sholat tahajud juga tidak
pernah terlewatan. Dan tak lama kemudian, kata Andi, saya memperoleh
pekerjaan sesuai dengan keinginan saya.
Resep yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW.
tentang bagaimana kita mencari solusi dalam setiap menjumpai
permasalahan hidup adalah ”resep malam hari”. Waktu malam hari
adalah waktu yang paling efektif untuk dapat melihat dan mencari
solusi semua persoalan dan permasalahan hidup, persoalan apapun!
Asal sebelum kita melihat dan mencari jalan pemecahannya, kita
bersandar dulu kepada Dzat Yang Maha Mengatur semua persoalan di
dunia ini.
Silahkan baca juga buku : Terapi salat Tahajud karya dr Moh. Sholeh
* Keajaiban Shalat Tahajud karya Ahmad Mu’arif * dll
Terapi Mandi
Mandi dua kali sehari dan cuci rambut paling
telat tiga hari sekali sangat dianjurkan pakar kesehatan dan
kebugaran. Alasannya, sentuhan air bersih dengan tubuh membuat badan
terasa segar dan bugar kembali. Sejak ratusan tahun sebelum masehi
bangsa Romawi sudah mengenal khasiat mandi, entah mandi susu atau
berendam di kolam air bersih yang dilengkapi pancuran dan wewangian.
Tujuannya agar tubuh bersih, sehat,
dan wangi.
Spa yang kita kenal sekarang tak Cuma
dihubungkan dengan air, melainkan juga dengan perawatan kecantikan,
kesehatan jiwa-badan, serta kebugaran, yang menyertakan bahan-bahan
atau cara alami seperti perawatan wajah dan tubuh dengan aromaterapi,
mandi rempah, body scrub, body wrap, pengaturan gizi, yoga, meditasi.
Namun konsep Spa itu sendiri asal-muasalnya hanya berkaitan dengan
air. Istilah “Spa” diambil dari bahasa Yunani sante per aqua,
artinya kesehatan melalui terapi air.
Menurut para peneliti sebuah lembaga riset
trombosis di London, Inggris, jika orang selalu mandi dengan air
dingin, peredaran darahnya akan membaik sehingga tubuh terasa lebih
bugar. Ditambahkan lagi bahwa mandi dengan air dingin akan
meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan
kemampuan seseorang terhadap serangan virus.
Terapi Wudhu (Hydrotherapy)
Wudhu menjaga seorang muslim agar tetap bersih.
Membasuh bagian bagian tubuh yang bersentuhan dengan udara bebas,
dimaksudkan agar permukaan kulit terpelihara dari debu. Dr. Muwaffaq
Asy-Syathi mengatakan, “Wudhu adalah membasuh anggota badan tertentu
dengan menggunakan air dingin untuk menghilangkan keringat luar agar
kembali normal. Wudhu memberi manfaat yang besar kepada tubuh.
Karena dapat meningkatkan tekanan darah, menambah gerakan jantung,
menambah jumlah sel-sel darah merah, mengaktifkan pertukaran (sirkulasi)
dalam tubuh, menambah kadar oksigen, serta memperbanyak kadar CO2
(Carbon dioksida) yang keluar. Membasuh bagian-bagian yang terbuka
dengan Wudhu bermanfaat kepada tubuh yaitu memperlancar kencing,
mengeluarkan racun-racun, menambah nafsu makan, mengaktifkan
pencernaan, merangsang otot kulit dan otot sendi. Rangsangan ini
berpindah menuju ke seluruh otot urat leher, paru-paru, perut,
kemudian diteruskan kepada seluruh anggota tubuh dan
kelenjar-kelenjar.
Seorang Peneliti bernama Muhammad Salim
berhasil meraih gelar Master dari Fakultas Kedokteran Universitas
Iskandariah dengan studinya tentang manfaat medis yang digali dari
ibadah wudhu. Hasil studinya mengatakan : “Sesungguhnya cara
berwudhu yang baik adalah dimulai dengan membasuh tangan lalu
berkumur-kumur, kemudian mengambil air ke hidung 3 kali dan
seterusnya”. Peneliti tersebut berhasil menganalisis kesehatan
terhadap ratusan hidung dari orang-orang sehat yang tidak berwudhu
lima kali dalam sehari. Ia juga berhasil menganalisis ratusan hidung
dari mereka yang teratur dalam berwudhu dan sholat. Peneliti
mengambil zat dalam hidung pada selaput lendir dan mengamati
beberapa jenis kumannya. Pekerjaan ini ia lakukan berbulan-bulan.
Kesimpulannya : orang-orang yang tidak berwudhu warna hidung mereka
memudar dan berminyak, kotoran debu lebih ke dalam. Rongga hidung
memiliki permukaan yang lengket dan berwarna gelap. Adapun
orang-orang yang teratur dalam berwudhu; permukaan rongga hidungnya
tampak cemerlang, bersih, dan tidak ada debu. Menurut pengamatan
melalui mikroskop, tempat pertumbuhan kuman bagi orang-orang yang
tidak berwudhu terdapat jumlah yang besar dari kuman yang cepat
penularannya dan kuman-kuman lainnya. Adapun orang-orang yang selalu
berwudhu hidung mereka tampak bersih dari kuman. Tempat pertumbuhan
kuman relatif tidak ada. Penelitian tersebut juga menjelaskan
kenyataan penting; bahwa memasukkan air ke hidung sekali saja ketika
berwudhu, dapat membersihkan hidung dari separuh kuman. Sedangkan
memasukkan air dua kali, dapat menambah 1/3 kebersihan. Jika
memasukkannya sampai tiga kali, maka hidung benar-benar bersih dari
kuman. Hikmah tersebut memperkuat sabda Rosululloh SAW.,
“Sempurnakan wudhu, lakukan istinsyaq (mengambil air ke hidung)
kecuali jika kamu berpuasa”. Secara ilmiah, hidung terjaga bersih
selama 3 sampai dengan 5 jam, kemudian kotor kembali, yang kemudian
dapat dibersihkan melalui wudhu berikutnya. Peneliti juga menyatakan
bahwa persentase terkena penyakit bagi orangorang yang tidak sholat
dan tidak berwudhu, lebih banyak daripada orang-orang yang berwudhu.
Istinsyaq dan Istintsar dapat menghilangkan 11 bakteri membahayakan
yang ada dalam hidung, yang menyebabkan penyakit saluran pernafasan,
radang paru-paru, panas rheumatism, penyakit rongga hidung, dan
lain-lain.
Dr. Ahmad Syauqy Ibrahim, Anggota Ikatan
Dokter Kerajaan Arab Saudi di London dan Penasihat Penderita
Penyakit Dalam dan Penyakit Jantung mengatakan, "Para Pakar sampai
berkesimpulan bahwa mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan bisa
mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan
menjadi rileks syaraf-syaraf dan otot, hilangnya kenaikan detak
jantung dan nyeri-nyeri otot, kecemasan, dan insomnia (susah tidur)".
Hal ini dikuatkan oleh salah seorang pakar dari Amerika dengan
ucapannya, "Air mengandung kekuatan magis, bahkan membasuhkan air ke
wajah dan kedua tangan -yang dimaksud adalah aktivitas wudhu'-
adalah cara yang paling efektif untuk relaksasi (menjadikan badan
rileks) dan menghilangkan tensi tinggi (emosi). Sungguh, Maha Suci
Allah Yang Maha Agung ...
Apabila kita takut air atau dingin, menurut
teori kedokteran Tiongkok, bisa menjadi indikator ada kelainan
fungsi organ pada ginjal. Karena itu, ketika suatu saat kita
berwudhu dan takut air, mungkin ada gangguan pada organ ginjal kita.
Dengan kata lain, wudhu dapat menjadi suatu metode untuk mendeteksi
penyakit.
Silahkan baca juga : Misteri Energi Wudhu “Keajaiban energi wudhu
terhadap kekuatan fisik, emosi dan hati” karya Muhamad Muhyidin, *
Mukjizat berwudhu untuk pencegahan dan pengobatan penyakit karya
Drs. Oan Hasanuddin (ahli akupuntur dan akupressure), dan lain-lain.
Terapi bersiwak
Siwak merupakan alat untuk membersihkan mulut
(sama halnya dengan sikat gigi dalam istilah sekarang). Siwak
berasal dari tumbuhan yang mengandung beberapa bahan kimiawi, yang
mempunyai spesialisasi dalam membunuh kuman-kuman dan mempunyai efek
pencegahan. Universitas Minnesota Amerika, dalam risetnya menemukan
bahwa orang-orang Muslim kulit Hitam yang mempergunakan siwak,
memiliki gigi dan gusi yang lebih sehat bila dibandingkan dengan
orang-orang yang mempergunakan sikat gigi biasa. Para dokter gigi di
London mengakui adanya pengaruh Positif siwak terhadap kebersihan
gigi, serta manfaat yang menakjubkan dari siwak yang mampu menangkal
berbagai penyakit.
|
|
|